Pemko Tanjungpinang Masifkan Tracing dan Testing COVID-19

- Admin

Sabtu, 17 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(FOTO/IST)

(FOTO/IST)

INIKEPRI.COM – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Tanjungpinang telah berjalan selama lima hari, sejak diberlakukan pada 12 Juli 2021.

Seiring diberlakukan PPKM darurat ini malah menambah angka kasus aktif di Tanjungpinang. Bahkan terjadi penambahan kasus yang cukup signifikan setiap harinya.

Disampaikan bahwa, dengan adanya PPKM darurat ini, pemko lebih masif melaksanakan testing dan tracing baik dengan PCR maupun rapid test antigen terhadap orang-orang yang kontak erat, bergejala, maupun masyarakat pada sektor pelayanan publik dan yang datang ke Tanjungpinang.

Akibat tes yang semakin banyak, maka semakin banyak pula kasus yang ditemukan. Kasus positif yang selama ini terbiarkan akhirnya bisa terkarantina sehingga mampu memutuskan mata rantai penularan.

Baca Juga :  Rahma Serahkan Bantuan Logistik Kepada Korban Kebakaran dan Fasilitasi Rumah Sewa

“Selama PPKM darurat diberlakukan memang terjadi peningkatan kasus yang signifikan karena proses testing dan tracing juga dipercepat untuk menurunkan status darurat,” kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, dr. Nugraheni Purwaningsih, di kantornya, Jumat (16/7/2021)

Nugraheni menyebutkan, dengan PPKM Darurat pemko menargetkan tes sebanyak 468 orang per hari dan itu harus terus update di kementerian, dengan begitu, membuat turun kelas dari darurat ke pengetatan dan mikro.

Baca Juga :  Kasus Aktif COVID-19 di Kepri Capai 6.041 Orang

Untuk mencapai tracing 468 orang per hari itu, maka dibutuhkan tenaga yang cukup banyak. Ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dan salah persepsi jika ditemukan banyak yang positif dan terjadi lonjakan kasus.

“Wajar jika banyak ditemukan positif itu, karena untuk menurunkan status kedaruratan,” tuturnya.

Nugraheni menambahkan, angka positivity harus di bawah 5 persen, sementara saat ini masih terbilang tinggi, seperti rapid antigen di Pasar Baru I Tanjungpinang dari 135 sampel ditemukan 5 positif atau 20 persen. Artinya masih tinggi.

Baca Juga :  Pjs Walikota Batam Ajak Lurah dan Camat Ikut Berantas Narkoba

Untuk testing dan tracing itu, digunakan rapid test antigen dan polymerase chain reaction (PRC). Kepada masyarakat Tanjungpinang juga diminta untuk mendukung proses tracing itu, jika ada petugas yang akan swab mohon diterima dengan baik. “Mohon didukung juga oleh masyarakat agat proses tracing bisa tinggi,” pinta dia.

Selama PPKM darurat, terjadi penambahan kasus positif setiap harinya, pada Senin (12/7) ada penambahan 56 kasus, Selasa (13/7) 107 kasus, Rabu (14/7) 179 kasus, dan Kamis (15/7) bertambah 95 kasus baru. (ET)

Berita Terkait

Lis Buka Turnamen Domino, Dorong Interaksi Sosial dan Kebersamaan Masyarakat
Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal
Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026
BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat
Bersama HIMNI, Wali Kota Lis Hadiri Syukuran Natal dan Tahun Baru
291 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Tanjungpinang

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:25 WIB

Lis Buka Turnamen Domino, Dorong Interaksi Sosial dan Kebersamaan Masyarakat

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:25 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:24 WIB

BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:04 WIB

Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:00 WIB

BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru