Petinggi Taliban Melarang Anggotanya Rekreasi dan Selfie: Merusak Status!

- Publisher

Senin, 27 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Hindustan Times)

(Foto: Hindustan Times)

INIKEPRI.COM – Setelah berkuasa penuh di Afghanistan sejak pertengahan Agustus lalu, Taliban dan para anggotanya menjadi sorotan dunia.

Hal yang juga menarik perhatian adalah saat beredar foto dan video, di mana anggota Taliban asyik bersenang-senang, menaiki wahana permainan anak-anak, naik perahu angsa di sebuah danau dan lainnya dengan mengenakan sorban dan beberapa masih menggendong senjata.

Ternyata hal tersebut juga tak luput dari sorotan pemimpin senior Taliban, Mawlawi Mohammad Yaqoob.

Kata dia, pejuang Taliban jangan melulu melakukan kegiatan rekreasi. Menurut laporan WSJ, Yaqoob yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan memberikan pesan tersebut melalui sebuah pidato baru-baru ini.

BACA JUGA:  Indonesia Serukan Penghentian Kekejaman Israel di PBB, Desak Pengakuan Palestina

“Tetap pada tugas yang telah diberikan kepada Anda. Karena jika tidak, Anda merusak status kita, yang telah dibuat dengan darah para martir kita,” ujar Yaqoob dilansir dari The Week via HOOPS.ID, Minggu 26 September 2021.

Lebih lanjut, Yaqoob dalam pidatonya juga menyinggung sejumlah anggota kelompok Taliban yang mengemudikan kendaraan terlalu cepat, mengenakan pakaian bergaya, termasuk memakai sepatu kets tinggi, yang mana hal-hal seperti itu tidak sesuai dengan gaya Taliban.

BACA JUGA:  Wow! Bill Gates Donasikan Uang Rp300 T, Biar Keluar dari Daftar Orang Terkaya di Dunia

“Hal itu adalah perilaku para panglima perang dan gangster dari rezim boneka,” kata Yaqoob mengacu pada pemerintah Afghanistan sebelumnya yang didukung AS, yang baru-baru ini direbut Taliban.

Para prajurit juga dilaporkan diinstruksikan untuk setop mengambil banyak swafoto alias selfie, apalagi ketika mereka bertemu dengan petinggi-petinggi Taliban.

Yaqoob menjelaskan hal itu dilarang karena khawatir kalau-kalau foto-foto tersebut beredar di media sosial, maka bisa membocorkan lokasi dan aktivitas anggota senior Taliban, yang nantinya bisa membahayakan keamanan mereka.

BACA JUGA:  Singapura Buka Bulan September, Simak Ini Syaratnya

Lebih jauh, Yaqoob juga mengatakan bahwa narsis dengan banyak mengambil foto selfie itu bukanlah hal yang bermanfaat, baik di dunia maupun di akhirat.

“Ini sangat tidak pantas karena semua orang mengambil ponsel dan mengambil foto di kementerian penting dan sensitif tanpa alasan apa pun. Bergaul dan mengambil foto dan video seperti itu tidak akan membantu Anda di dunia ini, dan juga di akhirat,” tegasnya. (RM/HOOPS)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru