Negara Mungil Ini Bakal Jadikan Kripto Mata Uang Resmi

- Admin

Selasa, 7 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cryptocurrency. Foto: PIXABAY

Cryptocurrency. Foto: PIXABAY

INIKEPRI.COM – Tidak hanya negara El Salvador yang mulai menerima cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah, Republik Palau juga memiliki misi berani yang sama.

Salah satu negara di Oseania ini berencana meluncurkan stablecoin nasional pertama yang didukung pemerintah di dunia pada paruh pertama tahun 2022.

Proyek ini nantinya berada di bawah kemitraan dengan perusahaan cryptocurrency Ripple yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Stablecoin sendiri berbeda dari mata uang digital lainnya karena nilainya dipatok ke aset dunia nyata seperti dolar AS. Untuk pendukung stablecoin, ini merupakan keunggulan atas kripto lain seperti Bitcoin.

Baca Juga :  Singapura Temukan Penularan Lokal Pertama Omicron

Ripple telah berjanji untuk bekerja dengan Palau untuk mengeksplorasi “stablecoin yang didukung USD”, strategi untuk pembayaran lintas batas dan fitur lainnya menggunakan XRP Ledger seperti registri perusahaan.

Di bawah rencana, yang masih dalam tahap awal setelah penandatanganan nota kesepahaman November lalu, mata uang digital Palau akan didukung oleh dolar AS.

Presiden Palau Surangel Whipps Jr. sebelumnya telah menggembar-gemborkan adopsi stablecoin sebagai cara untuk membuat hidup lebih nyaman bagi warga. Ini juga dikatakan akan mendiversifikasi ekonomi jauh dari pariwisata, yang menyumbang sekitar setengah dari produk domestik bruto (PDB) sebelum pandemi.

Baca Juga :  Eks Pegawai Lab Wuhan Angkat Bicara, Geram Dengan Tudingan Amerika

Sebagaimana diketahui, PDB Palau menyusut sebesar 8,7% tahun lalu akibat COVID-19, dengan kontraksi lebih lanjut sebesar 17,6% yang diperkirakan pada tahun 2021, menurut sebuah laporan oleh Graduate School USA.

Bank Pembangunan Asia kemudian memberi negara itu pinjaman US$ 25 juta untuk mempertahankannya pada April lalu.

Dalam briefing media minggu lalu, Whipps membayangkan warga membeli barang di toko dengan telepon mereka. Pegawai pemerintah visa menerima gaji mereka secara instan daripada menunggu berhari-hari untuk transaksi di bank,

“Mengapa tidak membuatnya sesederhana itu?” Whipps mengatakan kepada wartawan lokal, dilansir dari Al Jazeera via CNBCINDONESIA. “Memiliki mata uang digital dalam beberapa hal menghilangkan kebutuhan akan bank. Anda tahu, itu membuat semua orang menjadi bank mereka sendiri.”

Baca Juga :  Warga Arab Saudi Rayakan Halloween untuk Pertama Kali

Palau, yang merupakan negara merdeka tetapi bergantung pada AS untuk bantuan dan keamanan di bawah Compact of Free Association, tidak memiliki mata uang sendiri atau bank sentral dan menggunakan dolar AS sebagai mata uang resminya.

Negara yang terletak sekitar 900 km (559 mil) dari barat Filipina ini memiliki populasi sekitar 18.000 orang. (RP/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru