Mengenal Cacar Monyet, Penyakit Menular Bisa Lewat Hubungan Seks

- Publisher

Sabtu, 21 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyakit cacar monyet. Foto: Istimewa

Penyakit cacar monyet. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Belum usai penyakit COVID-19 ditambah dengan hepatitis akut, kini muncul kembali penyakit menular lainnya yakni monkeypox (cacar monyet) yang bisa berasal dari hewan.

Namun di Indonesia memang penyakit itu diketahui belum ada kasusnya. Namun sejumlah negara sudah mendeteksi adanya kasus cacar monyet, di antaranya Kanada, Amerika Serikat (AS), Inggris, Portugal, Spanyol, dan Singapura.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendapatkan laporan penyakit cacar monyet pada 7 Mei 2022. Dikutip dari laman who.it, dalam laporan disebutkan bahwa kasus cacar monyet terkonfirmasi pada seseorang yang melakukan perjalanan dari Inggris ke Nigeria sejak akhir April hingga awal Mei 2022.

Tak hanya itu, penyakit ini bisa menular antar manusia saat berhubungan seks atau kontak dekat.

Berdasarkan informasi European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), sudah ada kasus bermunculan di Portugal dan Inggris. Ada setidaknya tujuh kasus di Inggris dan lima kasus di Portugal. Ada juga 20 kasus suspek di Portugal. Kasus yang tercatat sejauh ini menimpa laki-laki muda. Dan ada delapan suspek di Spanyol.

BACA JUGA:  Ini Dampak Pemberian Susu Formula pada Bayi

“Monkeypox (cacar monyet) adalah penyakit menular. Tranmisi antara manusia dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau manusia, atau dengan zat tubuh manusia yang mengandung virusnya. Penularan antar manusia seringnya terjadi lewat droplet pernapasan yang besar,” tulis ECDC, dikutip Jumat 20 Mei 2022.

Turut dijelaskan bahwa droplet tidak bisa menular jarak jauh, sehingga penularan via droplet butuh tatap muka yang panjang. Penularan juga bisa terjadi via cairan-cairan tubuh, luka, dan kontak tak langsung dengan luka tersebut.

BACA JUGA:  Vaksin COVID-19 Pfizer Sedang Diincar Masyarakat, Halalkah?

Beberapa kasus terkini dari laki-laki gay yang tertular muncul luka cacar di bagian kelamin. Monkeypox ini awalnya mirip cacar air atau sipilis, sebelum membentuk scab, dan akhirnya lepas.

Bedanya dengan sipilis adalah kasus cacar monyet punya masa inkubasi hingga 21 hari. Penyakit ini dinyatakan tidak lagi menular ketika scab di tubuh sudah terlepas.

Sejak 2018, ada tujuh kasus monkeypox di Inggris, terutama orang-orang yang punya riwayat perjalanan ke negara-negara endemi, seperti Afrika Barat dan Tengah. Namun, kasus terbaru ini tak punya riwayat perjalanan ke negara-negara tersebut.

Kapan Bisa Sembuh?

Penularan cacar monyet di antara manusia dinyatakan moderat. Salah satu caranya adalah melalui hubungan seks. Hal ini terjadi ketika kuliat bersentuhan dengan bagian yang terkena cacar monyet. Penularan ini diduga menjadi pemicu sejumlah pria gay tertular di Inggris.

BACA JUGA:  Cium Aroma Kopi, Cara Mudah Deteksi Covid-19

Penularan melalui hubungan seks lantas sedang dianggap tinggi karena kasus yang terjadi baru-baru ini. Sementara, penularan jika tak saling dekat-dekat terbilang rendah.

Wilayah Uni Eropa masih belum tahu seluas apa penularan penyakit ini, namun solusi awal adalah melakukan tes kepada sejumlah individu dengan tanda-tanda medis penyakit ini.

Rekomendasi lainnya adalah memperluas tes bagi orang-orang yang punya banyak pasangan seks, kelompok gay, maupun orang yang baru melakukan hubungan seks secara kasual.

Tingkat kematian dari penyakit ini adalah 3,6 persen. Namun, bagi anak-anak, dewasa muda, dan individu yang punya masalah imun menghadapi risiko lebih tinggi. (RP/MINEWS)

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru