Cacar Monyet Ditemukan di Singapura, Pertama di ASEAN

- Publisher

Rabu, 22 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VirusCacar Monyet Ditemukan di Singapura, Pertama di ASEAN. Foto: Istimewa

VirusCacar Monyet Ditemukan di Singapura, Pertama di ASEAN. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Satu kasus impor monkeypox atau cacar monyet yang berasal dari warga asing telah dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura.

Hal ini lantas menjadi kasus pertama yang terdeteksi di Asia Tenggara sepanjang wabah tahun ini.

Pasien terkonfirmasi cacar monyet itu berusia 42 tahun dan berasal dari Inggris.

Dia merupakan pramugara yang sempat berada di Singapura pada 15-17 dan 19 Juni saat melakukan pekerjaannya. Adapun, dia dinyatakan positif cacar monyet pada 20 Juni.

BACA JUGA:

Ini Cara Menghindari Virus Cacar Monyet

Mengenal Cacar Monyet, Penyakit Menular Bisa Lewat Hubungan Seks

Saat ini, pria tersebut dirawat di Pusat Penyakit Menular Nasional (National Center for Infectious Diseases/NCID) dan kondisinya stabil. Pelacakan kontak dengan pasien pun sedang berlangsung.

BACA JUGA:  COVID-19 di Malaysia Cetak Rekor, Tembus 6.000 Kasus Sehari

Sebelumnya, dia mengalami sakit kepala pada 14 Juni dan demam pada 16 Juni. Gejala-gejala ini sempat teratasi, dia kemudian mengalami ruam kulit pada 19 Juni.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan pria itu mencari pertolongan medis melalui konsultasi jarak jauh pada malam 19 Juni. Selanjutnya, dia dibawa ke NCID pada 20 Juni untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelacakan kontak sedang berlangsung untuk penerbangan yang terkena dampak dan selama dia tinggal di Singapura. Selama periode ini, ia sebagian besar tetap berada di kamar hotelnya, kecuali untuk mengunjungi tempat pijat, dan makan di tiga tempat makan pada 16 Juni,” tutur Kementerian Kesehatan dalam pernyataannya, dilansir Channel News Asia, Rabu (22/6/2022).

BACA JUGA:  Per 1 April, Singapura Cabut Aturan Karantina Pendatang Luar Negeri

Menurut Kementerian Kesehatan, secara umum, risiko penularan ke pengunjung di lokasi ini rendah karena data menunjukkan bahwa cacar monyet menular melalui kontak fisik yang dekat atau kontak yang lama. Keempat lokasi yang dikunjungi kasus tersebut sedang menjalani pembersihan dan desinfeksi.

Pada 21 Juni, 13 kontak dekat tercatat telah diidentifikasi. Semua kontak dekat akan ditempatkan di karantina selama 21 hari sejak kontak terakhir mereka dengan kasus tersebut.

“Selain itu, dua kontak berisiko rendah telah ditempatkan pada pengawasan telepon. Orang yang berada di bawah pengawasan telepon akan menerima panggilan telepon setiap hari selama periode 21 hari untuk memantau timbulnya gejala. Jika dicurigai terinfeksi, akan segera disampaikan ke NCID untuk evaluasi lebih lanjut dan isolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut,” tambah kementerian.

BACA JUGA:  Gak Ada Akhlak! 'Wikwik' di Taman Saat Siang Bolong, Warga Geram

Mengutip CNBC International, terakhir kali kasus cacar monyet terdeteksi di Asia Tenggara adalah 3 tahun lalu.

Sementara itu, tetangga RI lainnya, Australia, telah terlebih dahulu melaporkan kasus cacar monyet pertamanya pada 20 Mei. Per 10 Juni, sudah ada 8 kasus yang terkonfirmasi.

Secara keseluruhan, sudah ada lebih dari 35 negara non-endemik melaporkan lonjakan kasus cacar monyet. Kini kasus yang terkonfirmasi telah lebih dari 2.500. (DI/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru