DKP Kepri: Investor dari Singapura dan Korsel Tertarik Bisnis Rumput Laut

- Admin

Sabtu, 9 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Sejumlah investor asal Singapura dan Korea Selatan tertarik membangun bisnis rumput laut di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP Kepri) Tengku Said Arif Fadillah.

“Tadi kami ajak pengusaha asal Singapura dan juga tim riset untuk kepentingan Korea Selatan mengelilingi Perairan Tanjungpinang dan Bintan. Ini kunjungan perdana mereka yang difasilitasi Staf Ahli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Arif, dilansir dari ANTARA, Jumat 8 Juli 2022.

BACA JUGA:

Sepanjang 2021, Permintaan Rumput Laut Batam Meningkat

Baca Juga :  Nelayan di perbatasan Malaysia-Singapura Harus Waspadai Cuaca Ekstrem

Danlantamal IV Resmikan Kampung Bahari Nusantara Karimun

Dia menjelaskan bahwa Michael, pengusaha asal Singapura sudah membangun bisnis rumput laut di sejumlah kawasan di wilayah timur Indonesia. Michael dan rekan bisnisnya tertarik untuk membangun bisnis rumput laut di Kepri, wilayah barat Indonesia.

“Dia (Michael) tidak sendiri, melainkan bersama rekan bisnisnya dalam konsorsium membangun bisnis rumput laut di Kepri. Mereka ini pengusaha yang memang fokus mengembangkan bisnis rumput laut,” ujarnya.

Selain itu, dua orang peneliti dari MT CRC Korsel yang berkolaborasi dengan peneliti asal Institut Teknologi Bandung juga ikut dalam kegiatan tersebut. Mereka merupakan utusan dari pengusaha Korsel, yang tertarik membangun bisnis rumput laut di Kepri.

Baca Juga :  Giliran Petugas Kebersihan Dapat Sembako dari Zakat ASN Pemko Tanjungpinang

“Biasanya memang dilakukan penelitian terlebih dahulu sebelum investor asal Korsel berinvestasi,” ucapnya.

Dalam kunjungan selanjutnya, Arif akan membawa para pengusaha dan peneliti tersebut mengelilingi Pulau Moro, Kabupaten Karimun dan beberapa lokasi pengembangan rumput laut Kabupaten Lingga.

“Tadi gelombang tinggi sehingga kami urung ke Lingga dan Moro,” katanya.

Arif berharap para investor itu tertarik menanamkan modalnya membuka usaha pengelolaan rumput laut sehingga memiliki nilai tambah dibanding diekspor dalam kondisi mentah.

Baca Juga :  Atasi Krisis Solar untuk Nelayan, DKP Kepri Minta Tambah Kuota

“Kami ingin mereka bangun pabrik rumput laut yang melibatkan masyarakat nelayan lokal,” tuturnya.

Di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Barat, bisnis rumput laut cukup menggairahkan lantaran harga rumput laut mencapai Rp35.000 per kg. Sementara harga rumput laut di Kepri rata-rata sekitar Rp10.500 per kg.

“Itu (penjualan rumput laut di NTB) disebabkan rumput laut tidak dijual mentah, melainkan sudah diolah menjasi tepung,” katanya. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal
Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026
BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat
Bersama HIMNI, Wali Kota Lis Hadiri Syukuran Natal dan Tahun Baru
291 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Tanjungpinang
Aplikasi Pantunesia Resmi Diluncurkan, Perkuat Pelestarian Pantun Melayu Berbasis Teknologi

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:25 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:24 WIB

BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:04 WIB

Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:00 WIB

BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:06 WIB

Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB