Muncul Lagi Virus Baru Langya di China

- Publisher

Senin, 15 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tengah mempelajari terkait adanya kemunculan virus baru yakni Langya.

Lagi-lagi, virus Langya yang kabarnya lebih mengerikan dari COVID-19 dari dari China. “Virus yang dari China, kita sedang pelajari karena baru keluar ya, dan belum masuk Variants Under Monitoring WHO,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin saat ditemui usai peluncuran buku vaksinasi COVID-19 di Kantor Kemenko Perekonomian beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:

Singapura Tertular Virus Cacar Monyet, KKP Antisipasi Masuk ke Pulau Bintan

BACA JUGA:  Percobaan Roti Berjamur Tunjukkan Kuman dan Virus Tak Bisa Mati dengan Hand Sanitizer

Dia menjelaskan karena belum masuk dalam daftar Variants Under Monitoring WHO artinya virus masih sangat dini. “Kan kalau masuk jadi Variants Under Monitoring, kemudian masuk Variants of Interest, dan kemudian baru Variants of Concern. Nah sekarang ini belum masuk Variants Under Monitoring, jadi masih sangat dini,” jelasnya.

Sebagai informasi, virus dengan nama lain Langya Henipavirus itu berasal dari hewan dan mampu menginfeksi manusia. Taipei Times melaporkan China mengindentifikasi 35 kasus terkait Langya.

BACA JUGA:  Mayoritas Orang Indonesia Tak Percaya Corona Ada, Kenapa?

Virus itu ditemukan pada sampel swab tenggorokan pada pasien demam di wilayah China timur. Pasien dilaporkan memiliki riwayat kontak dengan hewan dalam beberapa waktu terakhir.

BACA JUGA:

Ini Cara Menghindari Virus Cacar Monyet

Pasien tersebut, kebanyakan petani, memiliki gejala mulai dari kelelahan, batuk, kehilangan nafus makan dan nyeri. Beberapa kasus lain melaporkan kelainan sel darah serta tanda kerusakan hati dan ginjal.

Virus Langya dilaporkan pertama kali pada studi berjudul “A Zoonotic Henipavirus in Febrile Patients in China” yang dirilis pada Kamis (4/8/2022). Studi menuliskan henipavirus baru yang berhubungan dengan penyakit penyebab demam pada manusia yang teridentifikasi di China.

BACA JUGA:  Cara Pertolongan Pertama Kaki Melepuh saat Ibadah Haji

Virus bisa membuat hewan dan manusia terkena penyakit parah. Henipavirus diklasifikasikan sebagai virus biosafety Level 4 dengan tingkat kematian kasus antara 40-75%, menurut data dari WHO

Bahkan dilaporkan Langya menyebabkan kematian pada tingkat yang lebih tinggi dari COVID-19. Belum ada vaksin atau pengobatan bagi pasien terkena Henipavirus, satu-satunya adalah perawatan suportif untuk menyembuhkan gejala komplikasi. (DI/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar
Begini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa agar Tetap Percaya Diri
WHO Ungkap Gejala, Pola Penularan, dan Risiko Penyakit Virus Nipah
BPOM RI Tegaskan Susu Formula di Indonesia Aman

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:15 WIB

Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa

Rabu, 25 Februari 2026 - 03:47 WIB

Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Senin, 23 Februari 2026 - 01:30 WIB

Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terbaru