Semakin Memburuk, Inflasi di Inggris Tembus 10%

- Publisher

Kamis, 18 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semakin Memburuk, Inflasi di Inggris Tembus 10%. Foto: Istimewa

Semakin Memburuk, Inflasi di Inggris Tembus 10%. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Situasi dan kondisi perekonomian di Inggris semakin memburuk.

Inflasi harga barang di Inggris melonjak 10,1%. Angka ini mencatatkan rekor tertinggi sejak Februari 1982, dan naik dari tingkat inflasi tahunan yang mencapai 9,4% pada Juni lalu.

Tingkat inflasi ini semakin memberikan tekanan kepada sektor rumah tangga. Kenaikan ini juga berada di atas perkiraan para ekonom dalam jajak pendapat Reuters, yang menyimpulkan inflasi naik menjadi 9,8%. Dan tidak akan meredakan kekhawatiran Bank of England, bahwa tekanan harga akan semakin dalam.

BACA JUGA:  Rayyanah Barnawi Jadi Astronot Perempuan Pertama Arab Saudi

Meskipun memperingatkan mengenai potensi terjadinya resesi, Bank of England awal bulan ini menaikkan suku bunga utamanya sebesar 0,5%, sehingga menjadi 1,75%. Kenaikan ini menjadi setengah poin pertama sejak 1995.

Bank tersebut memperkirakan inflasi akan mencapai puncaknya pada angka 13,3% Oktober mendatang.

”Setiap kejutan kenaikan inflasi mempererat cengkraman Bank of England. Dengan meningkatnya tekanan inflasi dan meningkatnya resesi,” kata ekonom senior di manajemen aset di manajer aset abrdn, Luke Bartholomew, Rabu 17 Agustus 2022.

BACA JUGA:  Pemprov Kepri Bentuk Peta Jalan Pengendalian Inflasi, Sinkronisasi Progja TPID dengan Karakteristik Daerah

Bartholomew memperkirakan Bank of England akan menaikkan suku bunga setengah poin lagi, sehingga menjadi 2,25% pada September nanti.

Kantor Statistik Nasional (ONS) mengatakan kenaikan harga terlihat cukup jelas hampir pada seluruh sektor. ONS membagi indeks harga konsumen menjadi 12 kategori terpisah, dan sembilan di antaranya mencatatkan inflasi telah terjadi sejak bulan lalu.

BACA JUGA:  Hati-hati! Kepala BI Suryono Prediksi Kepri Akan Alami Inflasi di Februari 2023

Kondisi ini memberikan tekanan yang besar terhadap konsumen di Inggris. Berdasarkan laporan pasar tenaga kerja bahwa ada kenaikan gaji 4,7% antara April dan Juni. ”Situasinya menyedihkan bagi konsumen Inggris, yang saat ini ditekan dari semua sisi,” tulis ekonom senior di Berenberg, Kallum Pickering.

“Upah tidak naik cukup cepat untuk mengimbangi lonjakan inflasi, tetapi mereka naik terlalu cepat untuk disukai [Bank of England], karena ingin mengembalikan inflasi ke target,” ujarnya. (DI/MINEWS)

Berita Terkait

Mendadak Presiden Mundur! Bank Raksasa Kolaps, Negara Diguncang Krisis
Dari Keluarga Perantau asal Padang ke Kursi Wali Kota Kanada, Kisah Alvin Tedjo Bikin Bangga
Demi Pariwisata dan Investasi, Negara Islam Resmi Izinkan Lotre dengan Hadiah Puluhan Miliar
Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:01 WIB

Mendadak Presiden Mundur! Bank Raksasa Kolaps, Negara Diguncang Krisis

Minggu, 1 November 2026 - 08:10 WIB

Dari Keluarga Perantau asal Padang ke Kursi Wali Kota Kanada, Kisah Alvin Tedjo Bikin Bangga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Demi Pariwisata dan Investasi, Negara Islam Resmi Izinkan Lotre dengan Hadiah Puluhan Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Berita Terbaru