Pasien Diabetes Idealnya Periksakan Gula Darah Rutin Tujuh Kali Sehari

- Publisher

Kamis, 2 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: PEXELS

Ilustrasi. Foto: PEXELS

INIKEPRI.COM – Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr Muhammad Faizi, SpA(K) menyarankan anak-anak dengan diabetes khususnya tipe 1 idealnya menjalani pemeriksaan gula darah tujuh kali atau hingga 10 kali dalam sehari.

“Idealnya, sebelum makan utama. Jadi kalau tiga kali makan utama berarti enam kali, lalu sebelum tidur. Jadi wajib tujuh kali idealnya,” ujar dia dilansir dari ANTARA, Rabu 1 Februari 2023.

Faizi kemudian merujuk data, bahwa baru sekitar 20 persen anak-anak dengan diabetes yang diperiksa glukosa darahnya secara rutin di atas tiga kali. Dia mencatat, ada sejumlah kendala termasuk alat-alat yang harus dibeli sendiri seperti glukometer, jarum dan strip gula darah.

BACA JUGA:  Gagal Ginjal Akut pada Anak, IDAI Sarankan Hindari Sirup Parasetamol Sementara Waktu

“Ada yang irit, dipakai dua hingga tiga kali kalau lebih dari itu sudah sakit. Kalau sekali tidak sakit, kalau sudah dua tiga kali (tes) pasti lebih nyeri dan itu akhirnya menjadi hambatan untuk anak-anak melakukan pemeriksaan yang sering selain faktor biaya,” ujar Faizi.

Pemeriksaan gula darah rutin menjadi salah satu dari lima pilar dalam tatalaksana diabetes tipe 1 pada anak. Empat pilar lainnya yakni pemberian insulin, pengaturan pola makan, aktivitas fisik dan pendidikan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Lebih dari 10 Anak di Kepri Idap Diabetes

Anak-anak harus diberi insulin lebih dari sekali, tetapi pada beberapa waktu lain yakni saat akan makan dan menjelang tidur sehingga total dia mendapatkan minimal empat kali suntikan dalam sehari.

“Kalau dia makan bolak-balik ya harus disuntik lagi,” tutur Faizi.

Sementara pada pengaturan pola makan biasanya terkait hidangan yang boleh dan tidak boleh disantap anak serta mengurangi makanan tertentu.

Di sisi lain, ada juga aktivitas fisik dan pendidikan berkelanjutan bagi pasien dan keluarga, guna mendapat kendali metabolik yang baik, mencegah komplikasi akut dan jangka panjang, perbaikan kondisi psikologis baik pasien maupun keluarga.

BACA JUGA:  Rahasia Sehat yang Sering Terlupakan: Minum Air Putih Begitu Bangun Tidur

Para penyandang diabetes tipe 1 tidak memiliki sel beta pankreas yang berperan penting untuk mengendalikan gula darah. Normalnya, usai seseorang makan lalu gula darahnya naik, maka sel beta pankreas memproses sehingga mengeluarkan insulin sesuai jumlah kalori yang ada agar gula darah stabil.

“Mereka dengan diabetes tipe 1, tidak punya sel beta pankreas. Sel ini rusak padahal penting untuk pengendalian gula darah. Gula darah normal dikendalikan antara 70 hingga 126 mg/dL” demikian kata Faizi. (RP/ANTARA)

Berita Terkait

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar
Begini Cara Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa agar Tetap Percaya Diri
WHO Ungkap Gejala, Pola Penularan, dan Risiko Penyakit Virus Nipah
BPOM RI Tegaskan Susu Formula di Indonesia Aman
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:15 WIB

Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa

Rabu, 25 Februari 2026 - 03:47 WIB

Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Senin, 23 Februari 2026 - 01:30 WIB

Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terbaru