Lewat ASEAN Business Advisory Council, Kadin Perluas Penggunaan QR Code

- Publisher

Rabu, 22 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delegasi negara ASEAN yang hadir pada ASEAN Business Advisory Council di Plataran Heritage Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (22/3/2023). Foto: ANTARA/Kuntum Riswan

Delegasi negara ASEAN yang hadir pada ASEAN Business Advisory Council di Plataran Heritage Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (22/3/2023). Foto: ANTARA/Kuntum Riswan

INIKEPRI.COM – Untuk memperluas penggunaan QR Code di seluruh negara ASEAN, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid memanfaatkan momentum ASEAN Business Advisory Council.

“ASEAN QR Code nanti transaksinya adalah currency lokal. Kalau Rupiah ya Rupiah, Baht ya Baht, itu juga mengurangi biaya dari transaksi, ini menjadi kunci bagaimana supaya UMKM dan juga bisnis di ASEAN bekerja sama dan mempermudah,” kata Arsjad yang juga memimpin Keketuaan ASEAN Business Advisory Council seusai pertemuan ASEAN Business Advisory Council di Plataran Heritage Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dilansir dari ANTARA, Rabu 22 Maret 2023.

BACA JUGA :

Promosi Investasi BBK Murah ke USA, Kadin Kepri Hasilkan 4 Kesepakatan Bisnis Dagang dan Investasi

ASEAN QR Code merupakan salah satu program comprehensive legacy yang diusung Kadin Indonesia pada satu dari lima isu prioritas ASEAN BAC yakni isu transformasi digital.

BACA JUGA:  Promo Spesial Idulfitri 1444H bank bjb, Banjir Diskon!

Indonesia, tegas dia, siap membantu negara-negara ASEAN untuk mengimplementasikan QR Code sebagai metode pembayaran.

Sejauh ini negara yang telah menggunakan QR Code adalah Indonesia, Singapura, Malaysia Thailand, dan Vietnam. Namun, Kamboja dan Filipina juga telah memulai penggunaan QR Code.

“Kamboja dan Filipina juga sudah mulai. Jadi nanti kita akan mengundang Laos, kita akan bantu Laos bagaimana, ada juga ada Myanmar dan juga Timor Leste yang juga sekarang observer. Tadi itu yang saya katakan inklusif. Namun mana yang bisa jalan, jalan dulu,” ucap dia lagi.

BACA JUGA :

BACA JUGA:  Ojol Kembali Terima Bonus Hari Raya di Lebaran 2026, GoTo dan Grab Siapkan Rp100–110 Miliar

Ketua KADIN Kepri: Jangan Jadikan Penetapan UMK untuk Kepentingan Politik

Sementara itu di tempat terpisah, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan satu dari tujuh isu prioritas yang dibawa ASEAN Economic Ministers (AEM) Retreat 2023 di Magelang, Jawa Tengah, 20-22 Maret 2023 adalah Leader’s Statement to Develop the ASEAN Digital Economy Framework (DEFA).

Pembahasan isu tersebut bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama dalam mengembangkan ekosistem digital. Pendekatan yang akan dilakukan diantaranya adalah infrastruktur digital, kesamaan konsep mengenai digitalisasi, hingga hal sederhana seperti pembayaran.

“Kalau kita misalnya sekarang di ASEAN, kita sekarang sudah bisa bayar pake QRIS. QRIS itu kalau teman-teman belanja di toko-toko itu kan bisa bayar pakai handphone. Nah itu salah satu yang saya pikir walaupun sangat sederhana tapi sangat strategis, kenapa? karena itu semakin memperkuat nilai uang kita,” ucap dia.

BACA JUGA:  Kepala BP Batam Sambut Baik Kepengurusan Baru KADIN, Dorong Sinergi dan Energi Positif Bagi Ekonomi Batam 2026

BACA JUGA :

Lowongan Kerja di BUMN, Simak Posisi dan Syaratnya

Lebih dari itu, Leader’s Statement to Develop the ASEAN Digital Economy Framework (DEFA) juga akan membahas akses mengenai pembayaran digital, baik itu akses kepada negara-negara ASEAN maupun akses kepada pelaku-pelaku usaha yang akan membuat pembayaran digital lebih efisien.

“Itu juga masuk ke dalam bagaimana kita mendukung untuk mengefisiensikan tarif dengan cara digitalisasi atau dengan cara-cara digital yang semakin membuat semuanya menjadi lebih efisien. Nah ini salah satu yang akan kita bahas, itu contoh hanya beberapa hal yang sederhana,” jelas Jerry. (RP)

Berita Terkait

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis
Penggunaan QRIS di Kepulauan Riau Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Meluas
AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026
BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026
Isu Kenaikan BBM Dibantah, Pemerintah Pastikan Harga Tetap
Menkeu: Perekonomian Indonesia tidak Suram
Kabar Baik! Batas Lapor SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Batam–Bintan–Karimun Jadi Basis Industri

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 13:13 WIB

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Kamis, 16 April 2026 - 07:24 WIB

Penggunaan QRIS di Kepulauan Riau Terus Tumbuh, Transaksi Digital Makin Meluas

Rabu, 8 April 2026 - 16:10 WIB

AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026

Kamis, 2 April 2026 - 20:40 WIB

BP Batam – Pengusaha Kompak Rumuskan Akselerasi Ekonomi 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:23 WIB

Isu Kenaikan BBM Dibantah, Pemerintah Pastikan Harga Tetap

Berita Terbaru