Kemenkes Waspadai Kasus TB di Indonesia yang Meningkat

- Publisher

Senin, 25 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Ilustrasi. Foto: Shutterstock

INIKEPRI.COM – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Imran Pambudi meminta jajarannya tetap mewaspadai peningkatan kasus Tuberculosisi (TB).

Meski begitu Imran tetap mengapresiasi keberhasilan pengobatan TB (treatment success rate) di beberapa daerah yang mengalami peningkatan, yaitu TB SO 86 persen dari target 90 persen. Ada lima provinsi yang bisa mencapai target.

“Sementara untuk TB RO 55 persen, belum ada provinsi yang bisa mencapai target karena pengobatan yang panjang bahkan ada yang mencapai lima tahun,” kata Imran keterangan yang dikutip INIKEPRI.COM, Minggu (24/3/2024).

Eliminasi TB di Indonesia sesuai dengan target global pada 2030 dilakukan dengan tiga indikator yaitu Treatment Coverage, penemuan kasus TB lebih dari 90 persen. Kedua, Succsess Rate (sukses dalam pengobatan) leboh dari 90 persen, dan Terapi Pencegahan TB (TPT) kontak serumah lebih dari 80 persen.

BACA JUGA:  Kemenkes-TNI Perpanjang Kerja Sama Bangun Kesehatan Indonesia

BACA JUGA:

Kemenkes: Ulat Pembunuh Manusia Hoaks

Berdasarkan Tuberculosisi (TB) Report 2023, estimasi kasus TBC meningkat menjadi 1.060.000 kasus baru pertahun.

Kemudian angka kematian mencapai 134 ribu per tahun. Imran mengatakan penemuan kasus di Indonesia meningkat tinggi pada 2023 dan penderita TB sebanyak 820.789 kasus yang ditemukan dari estimasi 1.060.000 kasus.

“Penemuan kasus semakin baik, secara program bagus karena kita bisa segera mengobati mereka. Sehingga mereka tidak menyebarkan ke orang lain,” kata Imran.

Imran menambahkan yang perlu digarisbawahi yaitu TB anak, bahwa kenaikan penemuan kasusnya lebih dari 2,5 kali didanding 2021. Imran mengatakan hal ini harus diwaspadai karena Indonesia akan mewujudkan Indonesia Emas pada 2045.

BACA JUGA:  Kasus Konfirmasi Monkeypox Bertambah, Kemenkes Lakukan Tiga Upaya Penanggulangan

Cakupan terapi TB di Indonesia masih rendah sebesar 2,6 persen, padahal targetnya mencapai 50 persen. Imran mengatakan cakupan penemuan kasus TB di Indonesia sudah membaik, yang  sebelumnya kurang dari 60 persen.

Pada 2022 menjadi 68 persen dan pada 2023 naik lagi mejjadi 77 persen. Imran juga mengatakan Indonesia termasuk dari beberapa negara di dunia yang peningkatan penemuan kasusnya tinggi serta mendapatkan apresiasi.

Secara nasional, 11 provinsi yang telah mencapai target 90 persen antara lain Jawa Barat (121 persen), Papua Selatan (119 persen), Papua Tengah (116 persen), Jawa Tengah (115 persen), Banten (112 persen).

BACA JUGA:  Ini Cara Menghindari Virus Cacar Monyet

Kemudian Papua Barat  (112 persen), DKI Jakarta (111 persen), Papua (107 persen), Sulawesi Utara (93 persen), Jawa Timur (93 persen), Gorontalo (91 persen). Sedangkan penderita TB paling banyak ada di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selanjutnya, capaian kasus TB yang diobati (treatment enrollment) per provinsi mengalai peningkatan, yaitu TB sensitif obat (SO) sebesar 88 persen dari target 100 persen dan belum ada provinsi yang mencapai target.

Sedangkan untuk TB resisten obat (RO) sebesar 73 persen dari target 90 persen dan hanya satu provinsi yang mencapai target yaitu Yogjakarta. (DI)

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru