Presiden Jokowi akan Terima Penghargaan Agricola Medal dari FAO atas Usaha Melawan Kelaparan

- Publisher

Senin, 29 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Joko Widodo. Foto: Biro Setpres

Presiden RI Joko Widodo. Foto: Biro Setpres

INIKEPRI.COM – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerima penghargaan Agricola Medal dari Food and Agriculture Organization (FAO) atas perannya mengatasi kelaparan dan kemiskinan di Indonesia.

Hal itu disampaikan saat memberikan keterangan pers pada wartawan dalam kegiatan National Food Agency (NFA)/Badan Pangan Nasional (Bapanas) Fun Run 5K di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu (28/7/2024).

“Kami mendapatkan pesan dari Direktorat Jenderal FAO di Roma bahwa tanggal 30 Agustus nanti teman-teman dari FAO akan datang ke Indonesia untuk memberikan penghargaan Agricola Medal,” ungkap Arief.

BACA JUGA:  Kapolri Ingatkan Kasatwil Waspadai Ancaman Terorisme dan Konflik di Pemilu 2024

Arief menambahkan bahwa Agricola Medal ini sebelumnya pernah diberikan hanya kepada beberapa pemimpin negara. Presiden Jokowi sendiri menjadi Presiden Indonesia yang pertama sejak 39 tahun yang lalu, ketika penghargaan terakhir diterima oleh Presiden Soeharto.

“Agricola Medal ini merupakan penghargaan kepada pimpinan negara. Dahulu pernah diberikan kepada Jacques Chirac (mantan Presiden Prancis), kemudian Presiden China, terakhir Irlandia, dan sekarang diberikan kepada Presiden Jokowi. Penghargaan FAO terakhir diberikan kepada Indonesia 39 tahun lalu pada 1985 kepada Presiden Soeharto,” tambah Arief.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Serahkan Sejuta Sertifikat Tanah

Pemerintah Indonesia, melalui Bapanas, sedang menggencarkan upaya penurunan risiko stunting, kemiskinan, dan kelaparan di masyarakat agar ketahanan pangan semakin meningkat.

“Kita patut berbangga, karena Agricola Medal ini diberikan karena bapak Presiden bersama seluruh jajaran memerangi kelaparan dan kemiskinan. Saat ini, negara kita memiliki Bapanas, program bantuan pangan, dan upaya mengurangi risiko stunting. Ketahanan pangan kita juga meningkat, dan kita bisa mengurangi food loss and waste,” jelas Arief.

BACA JUGA:  Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Palestina

Sebagai informasi, Bapanas sedang menggencarkan program kampanye Stop Boros Pangan guna menurunkan angka Food Loss and Waste di Indonesia. Saat ini, angka Food Losses and Waste Indonesia berada di angka 31 persen dengan rincian Losses 14 persen dan Waste 17 persen.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun
Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya
Gugatan Ganti “Laut China Selatan” Jadi “Laut Natuna Utara” Ditolak MK
Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 07:15 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD

Sabtu, 5 September 2026 - 11:15 WIB

Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terbaru