Ironi Guru Karimun: Puluhan Tahun Mengajar, DPR Minta Status Segera Diperjelas

- Publisher

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI, Abdul Fikri Faqih. Foto: INIKEPRI.COM

Anggota DPR RI, Abdul Fikri Faqih. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Di tengah dorongan berbagai program pendidikan, persoalan mendasar terkait nasib tenaga pendidik di daerah masih menyisakan tanda tanya. Hal ini menjadi sorotan anggota DPR RI, Abdul Fikri Faqih, saat melakukan kunjungan kerja reses di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Fikri menyoroti banyaknya guru yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun, namun hingga kini belum mendapatkan kepastian status kepegawaian, khususnya dalam skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Ada yang sudah mengabdi 10 tahun, 15 tahun, bahkan 20 tahun, tapi status kepegawaian PPPK-nya masih dari nol. Ini tentu harus ada perumusan ulang di Kementerian PAN-RB,” ujar Fikri saat mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI dengan pemerintah daerah, Rabu (22/4/2026).

BACA JUGA:  15 Remaja dan 10 Motor Diamankan Tim Pamungkas Polres Karimun

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan realitas yang dihadapi para guru di lapangan, di mana pengabdian panjang belum tentu diikuti dengan kepastian karier. Padahal, para guru merupakan garda terdepan dalam proses pendidikan di daerah.

BACA JUGA:  DPR RI Berharap Piala Dunia U-20 Tetap Terselenggara di Indonesia

Ia menilai, persoalan ini tidak sekadar bersifat administratif, tetapi juga menyangkut aspek yang lebih luas, mulai dari kesejahteraan hingga motivasi kerja tenaga pendidik. Ketidakjelasan status dinilai berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran jika tidak segera ditangani secara serius.

Di sisi lain, Fikri turut mengapresiasi capaian sektor pendidikan di Kabupaten Karimun. Ia menyebut rata-rata lama sekolah di daerah tersebut telah mencapai angka yang cukup tinggi.

“Rata-rata lama sekolah di Karimun sudah sampai 9 tahun. Ini luar biasa, bahkan ada daerah lain yang masih di bawah itu,” katanya.

BACA JUGA:  Malang Nian! 2 ABK Sun Live Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Karena BBM Ilegal

Capaian tersebut menunjukkan bahwa dari sisi akses pendidikan dasar dan menengah, Karimun telah berada di jalur yang positif. Namun demikian, keberhasilan itu dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan perbaikan sistem, khususnya terkait kepastian status dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Fikri menegaskan, diperlukan perhatian serius dari pemerintah pusat, terutama Kementerian PAN-RB, untuk merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada guru yang telah lama mengabdi.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah
Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia
ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa
Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless
Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya
Karimun Terseret Sanksi Uni Eropa ke Rusia, Terminal Minyak Jadi Sorotan: “Main Api di Jalur Selat Malaka?”
Dari SDN 012 Karimun, Komisi X DPR RI Beberkan Masalah Akses dan Keterbatasan Fasilitas di Karimun
Rp1,9 Miliar Digelontorkan, Mobil Toyota Baru Siap Antar Bupati, Wabup hingga Sekda Karimun, Katanya untuk Dukung Kinerja

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:43 WIB

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:26 WIB

ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:51 WIB

Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless

Rabu, 29 April 2026 - 08:45 WIB

Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya

Berita Terbaru