INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam sekaligus Ex Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung ke pesisir Tanjung Bemban, Nongsa, Sabtu (9/5/2026), untuk mengikuti aksi penanaman mangrove bersama mahasiswa Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA).
Kegiatan bertajuk “Save Mangrove, Save The World” itu menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, kalangan akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah pesatnya pembangunan Kota Batam.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Amsakar menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh mengorbankan keseimbangan alam. Menurutnya, menjaga hutan mangrove berarti menjaga masa depan dan warisan bagi generasi berikutnya.
“Melindungi mangrove sama dengan menjaga dunia. Batam terus berkembang sebagai kota industri, tetapi lingkungan harus tetap kita rawat sebagai titipan untuk anak cucu kita,” ujar Amsakar.
Amsakar yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh pendiri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNRIKA mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti pada teori di ruang kuliah, tetapi mengambil peran nyata dalam menyebarkan kesadaran lingkungan.
“Jangan hanya bersemangat saat kegiatan seremonial. Jadilah agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam di kawasan pesisir Tanjung Bemban. Penanaman dilakukan dengan teknik jarak tanam 1 x 4 meter untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Ketua panitia, Yasri Efendi, mengatakan aksi tersebut merupakan respons atas terus menyusutnya kawasan mangrove di Batam.
Menurutnya, dari luasan awal sekitar 11.760 hektare, kini kawasan mangrove yang tersisa diperkirakan hanya sekitar 1.700 hektare.
“Kondisi ini menjadi alarm bagi kita semua. Karena itu, kami berupaya menggerakkan generasi muda untuk ikut menjaga ekosistem pesisir,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Amsakar yang dinilai memberikan energi baru bagi mahasiswa untuk semakin peduli terhadap isu lingkungan.
Kegiatan konservasi ini turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Yayasan Kusuma di bawah pembinaan Ismeth Abdullah.
Selain berfungsi menahan abrasi, hutan mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar dan menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir.
Melalui aksi ini, Pemerintah Kota Batam berharap kesadaran menjaga lingkungan terus tumbuh, sehingga pembangunan kota dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam secara berkelanjutan.
Penulis : RP
Editor : IZ

















