Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

- Publisher

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kecoa Madagascar. Foto: Istimewa

Kecoa Madagascar. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Otoritas lingkungan hidup Australia mengungkap praktik peternakan kecoa ilegal di wilayah pedesaan negara tersebut. Dalam operasi yang dilakukan di kawasan Bathurst, sebelah barat Sydney, petugas menyita lebih dari 100.000 ekor kecoa eksotis yang diduga diperjualbelikan secara ilegal.

Departemen Lingkungan Hidup Australia menyebut serangga yang diamankan memiliki nilai pasar gelap mencapai lebih dari 140.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2,5 miliar.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan berbagai jenis kecoa eksotis, termasuk kecoa Madagaskar yang mendesis (Madagascar hissing cockroach) dan kecoa dubia (dubia cockroach). Kedua spesies tersebut dikenal populer di kalangan penghobi hewan eksotis, namun keberadaannya di Australia diatur secara ketat karena berpotensi mengganggu ekosistem lokal.

BACA JUGA:  Indonesia Dukung Surat Perintah Penangkapan PM Israel

Kecoa Madagaskar dikenal memiliki ukuran tubuh besar dan mampu mengeluarkan suara mendesis sebagai mekanisme pertahanan diri. Sementara kecoa dubia kerap dibudidayakan sebagai pakan bagi reptil peliharaan.

Juru bicara Departemen Lingkungan Hidup Australia menegaskan pihaknya akan terus menindak segala bentuk perdagangan satwa yang melanggar aturan biosekuriti nasional.

BACA JUGA:  Dubes Agus ke Rizieq: Selamat Kembali ke Tanah Air

“Kami menjalankan tugas untuk melindungi keanekaragaman hayati Australia dengan sangat serius. Pembiakan dan perdagangan serangga eksotis secara ilegal dapat menimbulkan risiko terhadap lingkungan dan spesies asli,” ujarnya.

Pemerintah Australia juga mengingatkan para pelaku usaha maupun pemilik hewan peliharaan agar mematuhi ketentuan yang berlaku terkait kepemilikan dan budidaya satwa nonasli.

Australia selama ini dikenal memiliki regulasi biosekuriti yang sangat ketat guna mencegah masuknya spesies asing yang berpotensi menjadi hama atau mengganggu keseimbangan ekosistem. Meski budidaya serangga tidak selalu dilarang, banyak spesies eksotis yang memerlukan izin khusus atau bahkan tidak diperbolehkan sama sekali.

BACA JUGA:  Kloter Pertama Jemaah Haji 2020 Tiba di Mekkah, Alhamdulillah!

Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan terbesar terkait perdagangan serangga ilegal di Australia dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas kini masih menyelidiki jaringan distribusi serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam bisnis tersebut.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke
Ikut Anjuran Nabi Nuh, Lelaki Ini Raup Kekayaan Rp214 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru