COVID-19 Naik, Malaysia Minta Warga Pakai Masker Lagi

- Publisher

Selasa, 1 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejalan kaki berjalan di depan menara Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Reuters

Pejalan kaki berjalan di depan menara Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Reuters

INIKEPRI.COM – Kasus infeksi COVID-19 di negeri jiran Malaysia kembali naik lagi. Akibatnya, belum genap dua bulan pencabutan aturan penggunaan masker, warga Negeri Jiran kembali diminta untuk mengenakan kembali maskernya.

Menteri Kesehatan sementara Malaysia, Khairy Jamaluddin, mengatakan sangat merekomendasikan agar warga Malaysia kembali mengenakan masker untuk melawan gelombang kecil infeksi COVID-19. Meskipun penggunaannya masih bersifat sukarela.

BACA JUGA :

Kamar Kos di Malaysia Luasnya Seperti Liang Kubur, Tapi Harganya Rp1 Juta

Selama konferensi pers di Putrajaya pada Senin Khairy mengatakan infeksi baru melonjak 16,5% menjadi 16.917 kasus antara 23 hingga 29 Oktober. Ini dibandingkan dengan 14.250 kasus pada minggu sebelumnya.

BACA JUGA:  Malaysia Beri 'Hadiah' ke Warga yang Divaksin Penuh

Jumlah ini termasuk empat kasus varian XBB baru, yang dikatakan resisten terhadap vaksin dan antibodi dari infeksi sebelumnya. Jumlah pasien di rumah sakit per 100.000 orang juga melonjak 14%.

Meski kasus naik, kata Khairy, penggunaan tempat tidur ICU akibat infeksi COVID-19 hanya tumbuh 2% selama periode ini.

BACA JUGA:  Bela Palestina Wujud Amanat UUD 1945

“Kami menemukan bahwa dalam hal masuk ke rumah sakit pemerintah, yang paling banyak adalah mereka yang memiliki gejala ringan, bukan gejala yang serius,” katanya, mengutip laporan Malay Mail.

BACA JUGA :

Mulai 1 April, Liburan ke Malaysia Tak Perlu Karantina. Ini 4 Syaratnya!

Khairy mengatakan kementerian tidak yakin apakah gelombang akan memburuk. Namun, tegasnya, Malaysia akan mengandalkan upaya masyarakat untuk mencegah situasi memburuk.

Pemerintah telah melonggarkan pembatasan ketika Malaysia memasuki fase endemik sehubungan dengan COVID-19.

BACA JUGA:  Kebakaran Hebat Melanda Pasar di Ajman, Uni Emirat Arab

Pada 1 Mei, peraturan itu mencabut persyaratan untuk mengenakan masker di luar ruangan, meskipun tetap merekomendasikan penggunaan masker di tempat ramai dan untuk individu berisiko tinggi, dan check-in MySejahtera.

Penggunaan masker di dalam ruangan juga menjadi opsional empat bulan kemudian pada 7 September. Sementara penerbangan membatalkan persyaratan pada 29 September.

Menurut data Worldometers pada Selasa (1/11/2022), Malaysia kini mencatat total 4.902.964 kasus infeksi, naik 2.913. Terdapat 36.475 jiwa kematian. (DI/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke
Ikut Anjuran Nabi Nuh, Lelaki Ini Raup Kekayaan Rp214 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:07 WIB

Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional

Berita Terbaru