Minum Susu Setelah Minum Obat, Berbahaya Kah?

- Publisher

Selasa, 23 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Mungkin kamu pernah mendengar informasi tak boleh minum susu setelah minum obat. Ternyata hal itu benar adanya. Meski tak semua obat, mengonsumsi susu usai minum obat bisa menimbulkan efek buruk.

Seperti yang dilansir dari laman Alodokter, obat yang mengandung zat tertentu bisa menimbulkan efek interaksi obat bila dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain, suplemen, makanan, serta minuman termasuk susu.
Interaksi obat dengan makanan dan susu bisa terjadi karena salah cara penggunaan yang tak disengaja, atau ketidaktahuan pasien tentang kandungan obat.

Adapun interaksi obat bisa menimbulkan sejumlah efek, seperti membuat kerja obat meningkat atau justru menjadi tidak maksimal. Efek lainnya yakni bisa memberikan efek samping obat lebih ringan atau lebih buruk, bahkan menimbulkan efek samping baru.

BACA JUGA:  PMB Puji Hadirkan Layanan Persalinan dan Kesehatan Berkualitas Bagi Masyarakat

Selain itu, minum susu setelah minum obat juga bisa menggangu penyerapan dan metabolisme obat di dalam tubuh, atau pengeluaran obat dari dalam tubuh.

Untuk memastikan agar hal itu tak terjadi, sebaiknya kamu tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang cara minum obat yang benar, dan apakah obat itu bisa diminum dengan minuman selain air putih.

Bagi beberapa obat tertentu, minum susu setelah minum obat dianggap aman. Bahkan dapat membantu penyerapat obat dan mengurangi gangguan pencernaan akibat efek samping obat. Seperti mual, muntah serta iritasi pada saluran cerna atau nyeri perut.

Tapi, untuk beberapa jenis obat, minum susu usai minum obat sangat tidak dianjurkan. Karena bahan yang terkandung di dalam susu bisa menghambat kerja obat tersebut.

BACA JUGA:  Tertelan Sperma Saat Oral, Berbahayakah?

Salah satu obat yang dianjurkan dikonsumsi dengan susu yakni kelompok obat kortikosteroid seperti prednison. Karena obat ini bisa meningkatkan pembuangan kalium serta kalsium dari tubuh. Dalam hal ini susu berfungsi menggantikan kalium dan kalsium yang terbuang karena penggunaan obat tersebut.

Selain kortikosteroid, obat yang bisa dikonsumsi bersamaan dengan susu yaitu kelompok obat antiinfamasi nonstreoid. Di sini susu berfungsi untuk mencegah efek samping seperti iritasi lambung maupun nyeri perut akibat penggunaan obat itu.

Sementara antibiotik tetrasiklin dan golongan kuinolon, merupakan obat yang tak dianjurkan untuk dikonsumsi dengan susu. Karena kalsium pada susu mengikat zat aktif dalam obat antibiotik, sehingga tak bisa diserap oleh usus. Hal itu menyebabkan kerja obat menjadi tak maksimal.

BACA JUGA:  Vaksin COVID-19 AstraZeneca sudah tidak Beredar di Indonesia

Selain itu, obat antikanker dan suplemen zat besi juga tak disarankan untuk dikonsumsi dengan susu. Karena ada kandungan susu yang bisa menganggau kerja kedua obat tersebut.

Pada dasarnya setiap obat memiliki aturan pemakaian, efek interaksi obat, serta efek samping yang berbeda-beda. Jadi, pastikan kamu membaca keterangan yang ada pada kemasan, bila menggunakan obat yang dijual bebas.

Bila obat kamu peroleh dari resep dokter, sebaiknya tanyakan pada dokter atau apoteker apakah obat tersebut dapat dikonsumsi dengan susu.

Indozone

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru