Pernah Lihat Hewan Kurban Nangis, Begini Faktanya

- Admin

Jumat, 31 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Setiap Idul Adha, umat Islam menunaikan kurban berupa kambing atau sapi. Setelah disembelih, daging hewan kurban akan dibagikan pada mereka yang membutuhkan. Proses penyembelihan hewan kurban bisa disaksikan oleh umum. Nah, pada momen ini seringkali hewan kurban nangis dengan mengeluarkan air mata.

Hewan Kurban Punya Kelenjar Air Mata

Ada alasan ilmiah di balik keluarnya air mata hewan kurban saat akan disembelih. Hewan kurban nangis karena memiliki kelenjar air mata atau lakrimal. Sebenarnya, enggak hanya hewan kurban seperti sapi, kambing dan unta saja yang punya kelenjar lakrimal.

Baca Juga :  Jelang Hari Raya Qurban, Sapi Bali Wajib Tes PCR. Penjual Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Nah, saat hewan mengeluarkan air mata itu disebut proses lakrimasi, menurut Livestock Research International. Sama kayak manusia, air mata pada hewan untuk menjaga bola mata agar tidak iritasi.

Kebetulan sapi punya kelenjar lakrimal yang cukup aktif. Air mata sapi bisa keluar kapan saja tanpa mengenal waktu. Biasanya sapi akan ‘nangis’ kalau mengalami iritasi atau infeksi mata. Bersamaan dengan keluarnya air mata, partikel seperti tanah, kotoran, debu akan dibersihkan.

Air mata hewan kurban tidak berhubungan dengan emosi si hewan. Itu merupakan proses alamiah untuk membersihkan mata dari kotoran.

Baca Juga :  Token Listrik Gratis September, Cek Caranya Disini

Hewan Kurban Tak Rasakan Sakit

Kamu pernah bertanya-tanya enggak, apakah hewan kurban merasakan sakit saat disembelih?

Nah, menjawab rasa penasaran itu, dua orang peneliti dari Hannover University punya jawabannya. Peneliti dari Universitas terkemuka di Jerman, Prof. Wilhelm Schulze dan rekannya Dr Hazim membandingkan metode penyembelihan syariat Islam dengan metode pemingsanan.

Dikutip dari bubblews.com, para peneliti memasang mikrochip yang disebut Electro Encephalograph (EEG) pada bagian otak sapi-sapi percobaan. Gunanya untuk merekam dan mencatat tingkat rasa sakit hewan saat disembelih.

Baca Juga :  Idul Adha 2022 Pemerintah-Muhammadiyah Beda, MUI Beri Imbauan Begini

Jantung para sapi juga dipasnagi Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Sesuai syariat Islam, penyembelihan memakai pisau tajam dengan memotong tiga saluran pada leher, yaitu: saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah.

Ketika disembelih, aktivitas otak sapi menunjukkan grafik serupa tidur nyenyak (deep sleep) hingga sapi benar-benar kehilangan kesadaran. Rekam jantung juga menunjukkan sapi tidak merasakan sakit sama sekali. Jadi bisa disimpulkan, ketika disembelih, para hewan kurban tidak merasa siksaan atau rasa sakit.

Hops.id

Berita Terkait

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan
Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru
Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi
Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui
Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Terjaring OTT KPK Bersama 9 Orang Lainnya
Endipat Sentil Kinerja Komdigi, Tegaskan Kritik Bukan Ditujukan kepada Relawan
PPPK BGN 2025 Resmi Dibuka, Begini Tata Cara dan Syarat Lengkap Pendaftarannya
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:58 WIB

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan

Sabtu, 3 Januari 2026 - 08:54 WIB

Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:19 WIB

Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:17 WIB

Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui

Senin, 22 Desember 2025 - 17:30 WIB

Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas

Berita Terbaru