Erick Thohir : Vaksin Covid-19 Berbahan Baku Halal

- Publisher

Selasa, 4 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan produksi vaksin corona (covid-19) oleh PT Bio Farma (Persero) dibuat dari bahan baku yang halal.

“Insyaallah bahan bakunya halal karena Bio Farma sudah menjadi salah satu pusat produksi vaksin halal. Banyak negara-negara Timur Tengah yang sudah beli,” tutur Erick, dikutip dari Antara, Selasa (4/8).

Erick menyatakan Bio Farma sudah terbiasa memproduksi vaksin dengan bahan baku yang halal. Ia bilang sertifikasi halal untuk vaksin virus corona nantinya akan diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

BACA JUGA:  Ini Alasan HRS Bebas Penjara Hari Ini

“Tentu untuk vaksin covid-19 itu sertifikasi halalnya di MUI, tapi bahan bakunya dan produksi sudah siap,” terang Erick.

Karenanya, Erick mengajak masyarakat tak perlu cemas dengan kualitas vaksin virus corona yang nantinya akan didistribusikan di dalam negeri. Sebab, Bio Farma sendiri diklaim sudah memiliki pengalaman sejak 1980 silam.

Menurut Erick, Bio Farma adalah perusahaan vaksin terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan mampu memproduksi vaksin hingga 2 miliar unit.

BACA JUGA:  Catat, Kemendikbud Kembali Beri Bantuan Kuota Internet Gratis Besok

“Jadi artinya kalau nanti vaksin covid-19 ini benar-benar ujin klinisnya baik, Insyaallah masyarakat jangan sampai meragukan, jadi cerita Bio Farma itu dimulai sudah cukup lama dan diakui dunia,” jelas Erick.

Sejauh ini, Bio Farma memiliki gedung yang dapat memproduksi vaksin virus corona dengan jumlah 100 juta unit.

Kemudian, perusahaan akan berekspansi pada Desember 2020 mendatang dengan menambah gedung produksi vaksin baru dengan kapasitas 150 juta unit.

“Artinya dengan kapasitas 250 juta, tahun depan ketika kami memproduksi vaksin, Insyaallah jumlahnya cukup, tapi kembali lagi, vaksinnya dulu yang perlu diuji klinis,” terang Erick.

BACA JUGA:  Singapura Alami Lagi Ledakan Kasus, Padahal Sudah Berdamai dengan COVID

Sebagai informasi, pemerintah menunjuk Bio Farma untuk menguji coba vaksin buatan Sinovac. Pemerintah menargetkan vaksin dapat diproduksi pada tahun depan.

Produksi akan dilakukan setelah uji klinis tahap 3 selesai dilakukan. Targetnya, uji klinis itu selesai pada Januari 2021, sehingga Bio Farma bisa langsung memproduksi vaksin virus corona pada kuartal I 2021.

Sumber : www.aksi.id

Berita Terkait

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara
Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat
Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy
Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT
ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global
Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:11 WIB

Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:29 WIB

Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:08 WIB

Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:13 WIB

Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT

Berita Terbaru