Survei SMRC: Mayoritas Masyarakat Terbebani Biaya Pembelajaran Jarak Jauh

- Publisher

Rabu, 19 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Survei SMRC menunjukkan sebagian besar masyarakat terbebani dengan biaya pembelajaran jarak jauh. Ada 67 persen responden yang memiliki anggota keluarga masih sekolah atau kuliah merasa berat membiayai sekolah atau kuliah yang dilakukan secara daring.

“Pemerintah perlu memperhatikan secara serius beban yang dihadapi masyarakat, terutama bila kebijakan ini masih akan terus dilanjutkan,” kata Manajer Kebijakan Publik SMRC Tati Wardi saat pemaparan survei, Selasa (18/8).

70 Persen responden dalam survei itu memiliki keluarga yang masih sekolah atau kuliah. Sebanyak 87 persennya menyatakan anggota keluarganya tersebut mengikuti pembelajaran jarak jauh.

BACA JUGA:  DPP KNPI Resmi Laporkan Ferdinand Hutahaean ke Polisi

Dari yang mengikuti pembelajaran jarak jauh, 17 persen merasa sangat berat dengan biayanya, 50 persen menyatakan cukup berat, 26 persen sedikit berat, 6 persen menyatakan tidak berat, dan 1 persen tidak menjawab.

Hasil survei itu berkorelasi dengan tingkat pendidikan dan pendapatan. Semakin tinggi latar pendidikan, semakin rendah kecenderungan menyatakan berat membiayai pembelajaran jarak jauh.

Sebanyak 72-73 persen warga berpendidikan SD dan SMP menyatakan biaya pembelajaran jarak jauh sangat atau cukup berat. Hanya 63 warga berpendidikan SMA dan 57 persen berpendidikan perguruan tinggi yang mengatakan demikian.

BACA JUGA:  SMRC: Ganjar Pranowo Capres Idola Gen Z

Dilihat dari pendapatan juga mengalami kecenderungan yang sama. 80 persen warga berpenghasilan maksimal Rp 1 juta per bulan menyatakan berat membiayai pembelajaran jarak jauh.

Sebanyak 73 persen berpendapatan Rp 1-2 juta perbulan, 62 persen warga berpendapatan Rp 2-4 juta, dan 50 persen warga berpendapatan lebih dari Rp 4 juta per bulan mengalami hal yang sama.

“Jadi terlihat sekali bahwa pendidikan jarak jauh ini membawa dampak serius terutama pada kalangan status sosial ekonomi lebih rendah,” jelas Tati.

BACA JUGA:  Seperti ini Cara Mengecek Nama Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan Sebesar Rp 600 Ribu per Bulan

Survei nasional SMRC ini mengambil 2201 responden yang diambil secara acak dari sampel survei tatap muka sebelumnya dengan jumlah proporsional menurut provinsi untuk mewakili pemilih nasional. Wawancara dilakukan pada 5-8 Agustus 2020. Survei dilakukan dengan wawancara melalui sambungan telepon.

Survei ini memiliki margin of error survei diperkirakan kurang lebih 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Sumber : www.aksi.id

Berita Terkait

Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun
Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya
Gugatan Ganti “Laut China Selatan” Jadi “Laut Natuna Utara” Ditolak MK
Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam
Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 07:15 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD

Sabtu, 5 September 2026 - 11:15 WIB

Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Gugatan Ganti “Laut China Selatan” Jadi “Laut Natuna Utara” Ditolak MK

Berita Terbaru