2 Kolonel TNI Pemberani di Rusuh Jakarta dan Gaduh Gatot

- Publisher

Jumat, 23 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

Kegaduhan selanjutnya ialah, kerusuhan yang terjadi dalam rangkaian unjukrasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja dari mulai 8 Oktober hingga 20 Oktober 2020.

Kerusuhan terfokus di wilayah Jakarta Pusat, sebab memang lokasi konsentrasi demonstrasi di wilayah ini.

Kolonel TNI Luqman Arief saat membubarkan aksi massa (ist)

Pada demo Selasa 13 Oktober 2020, terjadi keributan antara massa tak dikenal dengan polisi. Keributan pecah sampai malam hingga Rabu dinihari 14 Oktober 2020.

Untuk meredam aksi anarkis perusuh, polisi melakukan pembubaran paksa dengan cara memukul mundur para perusuh menggunakan tembakan gas air mata. Celakanya, perusuh kabur ke pemukiman warga dan polisi terus saja melepaskan tembakan gas air mata.

BACA JUGA:  TNI Siap Dukung Pengamanan Idulfitri dan Pilkada Serentak

Ternyata tembakan gas air mata ke pemukiman warga memicu kemarahan warga di wilayah Kwitang. Mereka pun bergerak keluar rumah untuk melakukan pembalasan terhadap tindakan polisi.

Dalam situasi yang memanas itu, muncullah Kolonel TNI Luqman Arief. Beliau merupakan Komandan Kodim 0501/Jakarta Pusat. Dan kehadiran Kolonel Luqman ternyata mendapat respons positif dari warga. Malahan setelah berdialog, emosi warga mampu diredam dan mau mengikuti imbauan Kolonel Luqman untuk kembali ke rumah masing-masing.

BACA JUGA:  TNI Pastikan tidak Ada Darurat Militer

Lalu, pada Rabu 21 Oktober 2020, keributan kembali terjadi dalam unjukrasa di sekitar kawasan Patung Kuda. Massa tak dikenal yang membonceng unjukrasa mahasiswa menyerang polisi. Dan ketika itu polisi memutuskan untuk mundur.

Di tengah situasi yang mulai panas itu, dengan gagah berani Kolonel Luqman muncul dan maju paling depan berhadapan langsung dengan massa.

Dengan pengeras suara, Kolonel itu mulai berbicara lantang namun sangat humanis kepada massa. “Adik-adik semua saya jamin aman pulang. Luar biasa adik-adik hari ini. Adik-adik semua dikawal tentara untuk pulang,” kata Kolonel itu.

BACA JUGA:  [Galeri] Habib Rizieq Shihab Tiba di Kediaman Disambut Hangat Keluarga

Situasi mendadak mulai tenang, beberapa massa mendekati sang Kolonel TNI dan berbicara dari balik barikade pagar duri. 10 menit kemudian, massa akhirnya mundur dari lokasi tanpa melakukan tindak kekerasan.

Sebelum membubarkan diri, massa meneriakkan yel-yel, “Terimakasih bapak TNI,” berulang kali. Sekitar pukul 17.45, Prajurit Marinir dan prajurit gabungan dari Yonmekanis 202, Yonmekanis 203 serta Yonkav 9 mulai memasuki barisan massa.

Sekarang sudah tahukan, siapa dua sosok Kolonel TNI yang jadi sorotan di tengah kegaduhan yang tercipta di Ibukota Jakarta?. (RWH/Viva)

Berita Terkait

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun
Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya
Gugatan Ganti “Laut China Selatan” Jadi “Laut Natuna Utara” Ditolak MK
Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 07:15 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD

Sabtu, 5 September 2026 - 11:15 WIB

Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terbaru