Rabu, 2 Desember 2020
log
Ikuti Kami di :
23 Okt 2020
(ist)
(ist)

Jakarta, inikepri.com – Dalam beberapa pekan ini, para petinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Jakarta benar-benar mendapatkan banyak cobaan keras dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan Ibukota Negara Indonesia.

Namun, hebatnya semua itu dilalui dengan keberhasilan tanpa kekerasan. Malahan kegaduhan-kegaduhan itu dituntaskan dengan cara-cara sangat sopan.

Dalam catatan VIVA Militer, ada dua kasus yang membuat suasana di Jakarta jadi sorotan masyarakat Indonesia. Dan tentunya di balik semua itu ada juga sosok yang menjadi sorotan masyarakat.

Nah, di edisi kali ini, kita akan fokus membahas dua sosok Kolonel TNI pemberani dalam kegaduhan di Jakarta. Siapa saja dan bagaimana kisahnya? Simak ulasan lengkap berikut.

1. Kolonel TNI Ucu Yustiana

Kegaduhan pertama yaitu terjadi di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Pada 30 September 2020. Penyebab gaduhnya ialah, munculnya tuduhan kepada Komandan Komando Distrik Militer 0504/Jakarta Selatan, Kolonel Ucu Yustiana, bahwa dia telah menghadang atau mencegat mantan Panglima TNI, Jenderal (purnawirawan) Gatot Nurmantyo, ketika akan melakukan tabur bunga di makam pahlawan.

Kolonel TNI Ucu Yustiana saat menenangkan aksi KAMI di TMP Kalibata (ist)

Saat itu, seolah-olah Kolonel Ucu telah membuat kesalahan besar. Padahal kenyataan tidak demikian, tak ada upaya penghadangan terhadap jenderal kelahiran Tegal, Jawa Tengah.

Sebaliknya, Kolonel Ucu tenang dan sopan berbicara kepada seniornya di TNI itu. Bahkan, Kolonel Ucu membungkukkan tubuhnya ketika berbicara dengan Jenderal Gatot, meskipun beberapa kali Jenderal Gatot berbicara sembari mengacung-acungkan jari telunjuknya ke tubuh sang kolonel.

Kolonel Ucu menghampiri Jenderal Gatot untuk menyampaikan beberapa aturan yang ditetapkan dalam berziarah, dan aturan itu tak hanya berlaku untuk Jenderal Gatot beserta rombongan. Tapi semua kalangan yang datang.

Aturan berziarah yang diterangkan Kolonel Ucu kepada Jenderal Gatot adalah aturan yang sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19 yang ditetapkan pemerintah untuk mencegah penularan Virus Corona.

Yakni pembatasan jumlah massa yang akan berziarah. Sebab, memang Kolonel Ucu merupakan prajurit TNI yang bertugas dalam Satgas COVID-19.

Dan terbukti, setelah Jenderal Gatot sepakat hanya membawa 30 orang dalam rombongan ziarah ke area makam pahlawan, Kolonel Ucu memfasilitasinya dengan baik.

Keberanian Kolonel TNI Ucu dalam menjalankan tugas menghadapi rombongan Gatot Nurmantyo patut diacungi jempol. Sebab semua dilakukannya dengan baik, sopan dan sesuai aturan. Tanpa membeda-bedakan sosok yang dihadapinya dalam menerapkan protokol kesehatan.

2. Kolonel TNI Luqman Arief

5 1 vote
Article Rating
3937242754
Screenshot_20200827_033155
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x