Jumat, 23 April 2021
Ikuti Kami di :
31 Des 2020
(REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi/ton)
(REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi/ton)

INIKEPRI.COM – Vaksin Sinovac besutan perusahaan farmasi China hari ini tiba di Indonesia. Vaksin kloter kedua ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Kamis, 31 Desember 2020 sekitar pukul 12.00 WIB sebanyak 1,8 juta dosis.

Diangkut dengan pesawat Garuda Indonesia vaksin tersebut merupakan paket pengiriman vaksin Sinovac ke-2 setelah sebelumnya sebanyak 1,2 juta dosis telah dikirimkan pada 6 Desember 2020.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan hal tersebut. Ia mengatakan vaksin akan langsung dikirim ke Bio Farma.

“Alhamdulillah pada hari ini telah tiba 1,8 juta vaksin Sinovac di Indonesia selanjutnya vaksin ini akan dikirim ke Bio Farma Bandung untuk penyimpanan sesuai protokol penyimpangan vaksin secara aman sesuai standar WHO,” katanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis 31 Desember 2020 dilansir laman ANTARAnews.

Lebih lanjut ia mengatakan tahap kedua pengiriman vaksin tersebut artinya sudah tersedia 3 juta vaksin Sinovac di Indonesia.

“Dalam waktu dekat 15 juta ‘bulk’ vaksin dari Sinovac yang akan dimanufaktur Bio Farma akan tiba di Indonesia,” tambah Retno.

Tak hanya itu, Retno mengatakan bahwa sejak awal pemerintah juga terus menjalin komunikasi untuk mengamankan suplai dari berbagai sumber lain.

“Kemarin Indonesia sudah tanda tangan komitmen suplai dari Novavax yang menggunakan ‘platform’ protein sub rekombinan yang berasal dari Amerika Serikat sebesar 50 juta dosis kemudian dengan AstraZenica yang menggunakan ‘platform’ viral factor yang berasal dari Inggris juga sebesar 50 juta,” ungkap Retno.

Ia berujar bahwa secara pararel pembicaraan berkesinambungan juga terus dilakukan dengan perusahaan vaksin Pfizer yang berasal dari Ameriksa Serikat dan Jerman.

Baca Juga: Canggih! Dilengkapi GPS, Setiap Dosis Vaksin Covid19 Dibuat untuk Satu Penduduk

Di sisi lain, vaksin buatan perusahaan Inggri AstraZeneca telah mendapat “emergency use authorization” atau EUA dari Medicines and Healthcare Product Regulatory Agency atau MHRA Inggris.

“Ini kabar yang baik untuk kita semua karena MHRA adalah salah satu regulator yang memiliki mekanime ‘reliance’ dengan BPOM dengan ‘reliance’ ini penerbitan EUA untuk AstraZenica lebih mudah dan bisa menjadi basis dan review untuk mengeluarkan EUA di Indonesia,” tambah Retno.

Hari Ini Penerima Vaksin Akan di SMS Kemenkes

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x