TNI AL Batalkan Latihan Militer di Natuna Demi Cari Korban Sriwijaya

- Publisher

Selasa, 12 Januari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono (Dispenal)

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono (Dispenal)

INIKEPRI.COM – Upaya pencarian puing dan para korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 memasuki hari ketiga ini masih terus dilakukan. TNI Angkatan Laut dibawah komando Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono terus mengerahkan kekuatan penuh untuk mengangkat serpihan puing dan para korban dari dasar laut di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Tidak tanggung-tanggung, Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan telah membatalkan rencana kegiatan latihan militer Hari Dharma Samudra yang rencananya akan dilakukan di Natuna demi menjalankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) menjalankan misi pencarian dan penyelamatan korban Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh pada hari Sabtu siang, 9 Januari 2021 lalu.

BACA JUGA:  Wow! Jumlah Pendaftar Relawan Vaksin Corona Lampaui Target

Lebih jauh Kasal menjelaskan saat ini sebanyak 14 KRI dilibatkan, setelah ada penambahan 6 KRI dari jumlah sebelumnya yang hanya 8 KRI.

BACA JUGA:  Turbin Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan

“Latihan tersebut dibatalkan untuk melaksanakan operasi kemanusiaan saat ini, sehingga untuk latihannya akan ditentukan setelah kegiatan SAR ini selesai,” kata Laksamana TNI Yudo Margono.

Untuk diketahui, kekuatan TNI AL yang dikerahkan oleh Kasal dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban Sriwijaya Air SJ182 kali ini dengan menerjukan tim penyelam gabungan yang terdiri dari Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) Marinir TNI AL, Komando Pasukan Katak (Kopaska), Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair) TNI AL, dan Pushidrosal TNI AL.

BACA JUGA:  Banyak Potongan Tubuh, Ini Syarat Ambil Jenazah Sriwijaya SJ182

Selain itu, 14 armada Kapal Perang yang diturunkan untuk pencarian korban dan pengangkatan puing-puing pesawat diantaranya, KRI Teluk Gili Mnuk (Onboard Tim Kopaska), KRI Kurau, KRI Parang, KRI Teluk Cirebon, KRI Tjipati, KRI Cucut 866, KRI Tengiri, KRI Bontang, KRI RE Martadinata, KRI Semarang, dan KRI Rigel 933. (RBP/Viva)

Berita Terkait

Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam
Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI
Gempa M7,7 Guncang NTT, Masuk Daftar 11 Gempa Terbesar Dunia 2026
ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk
Perwira TNI Didakwa Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer di Kepri, Paket Tertulis “Selamat Umrah”
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital
Polri Tegaskan Sertifikat Pramuka Garuda Bukan Jaminan Lulus Seleksi
Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Gempa M7,7 Guncang NTT, Masuk Daftar 11 Gempa Terbesar Dunia 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:46 WIB

ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Perwira TNI Didakwa Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer di Kepri, Paket Tertulis “Selamat Umrah”

Berita Terbaru