Trans Studio Garden Bakal Jadi Ikon Baru Tanjungpinang

- Publisher

Selasa, 16 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trans Studio Bandung (ist)

Trans Studio Bandung (ist)

INIKEPRI.COM – Wali Kota Tanjungpinang, Rahma meminta kepada General Maneger (GM) Aston Tanjungpinang selaku pengelola Trans Studio Garden (TSG) agar merekrut tenaga kerja lokal Tanjungpinang.

“Saya harus pastikan setiap investor yang membuka usaha di wilayahnya bisa menyerap tenaga kerja lokal. Saya minta owner TSG merekrut tenaga kerja dari masyarakatnya,” ucap Rahma.

Hal Ini ditekankan Rahma, saat melakukan rapat koordinasi perizinan Trans Studio Garden bersama GM Hotel Aston Tanjungpinang, Susiadi, dan OPD terkait pemko Tanjungpinang, di Hotel Aston Tanjungpinang, Senin (15/2/2021).

Rahma mengaku merasa terbantu dengan kehadiran trans studio garden di Kota Tanjungpinang karena dapat membuka lapangan pekekerjaan bagi masyarakatnya.

“Ini komitmen saya kepada setiap investor. Untuk perekrutannya nanti bisa langsung koordinasi ke dinas tenaga kerja,” ucapnya.

Rapat koordinasi perizinan Trans Studio Garden (ist)

Rahma juga meminta agar konsep pembangunan trans studio garden memiliki nuansa Melayu. Meski modern, tetapi punya ciri khas budaya Melayu. Hal ini, supaya orang-orang yang berkunjung ingat ke Tanjungpinang.

BACA JUGA:  Pendistribusian Bansos Beras PKH di Tanjungpinang Capai 100%

“Tanjungpinang itu ciri khasnya Melayu. Jadi, setiap pengunjung yang datang ingat kampung Tanjungpinang,” pungkasnya.

Selain itu juga Rahma berharap, pihak trans studio garden dapat menyiapkan stand-stand bagi para pelaku UMKM Tanjungpinang untuk memasarkan dan mempromosikan hasil produknya. Karena ini, upaya kita untuk penguatan ekonomi di Tanjungpinang.

“Kita akan suport perizinannya secepat mungkin sesuai kelengkapan administrasinya. Apa yang menjadi tanggung jawab investor segera selesaikan. Mudah-mudahan apa yang saya minta ini bisa diakomodir oleh owner,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Hotel Aston Tanjungpinang, Susiadi menjelaskan situasi corona saat ini bisnis pariwisata menjadi terpuruk, termasuk bisnis perhotelan. Namun, dari sisi pertumbuhan ekonomi owner trans crop, justru Tanjungpinang paling tinggi.

“Inilah awal dipilihnya trans studio garden itu di Tanjungpinang. Pada 2020 owner memutuskan semua project di bawah trans crop di hentikan, kecuali di Tanjungpinang tetap jalan.

BACA JUGA:  Rahma Resmikan TBM PT. Angkasa Pura II dan Beri Bantuan Kaki Palsu di Penyengat

Alhamdulillah, ini juga berkat dukungan pemko Tanjungpinang, kami tetap survive,” ucapnya.

Trans studio garden, lanjut Susiadi, berlokasi di area belakang hotel aston dengan luas 1,7 hektar. Konsepnya trans studio garden yang terbuka. Mengingat, saat pandemi ini kita diharuskan lebih banyak berinteraksi di luar. Konsep ini juga sangat relavan untuk kedepannya.

Nantinya, TSG terdapat enam wahana permainan dan atraksi diantaranya bianglala, magical garden dengan 30.000 tanaman bunga yang didatangkan dari Bandung dan Kabupaten Lingga. Kemudian, games center, smal waterfall land, kids land, playground, hingga trans convention center yang akan dibangun di eks gedung DPRD Kepri.

“Semoga ini menjadi ikon dan destinasi baru untuk keluarga, khususnya dapat mendongkrak perekonomian di kota Tanjungpinang,” ujarnya.

BACA JUGA:  Siswa Tanjungpinang Tampil Gemilang, Sabet Juara Umum FTBI Kepri 2024

Menangapi permintaan wali kota, Susiadi menyebutkan pihaknya kedepan punya komitmen sebagai aturaj perusahaan untuk memanfaatkan tenaga lokal di Tanjungpinang, tentunya dengan kualifikasi dan ketrampilan yang kami butuhkan.

“Sesuai aturan perusahaan 75% itu kita perdayakan pekerja lokal, sisanya 25% dari luar daerah. Namun, sejak saya menjadi GM hotel ini, hampir 99% itu tenaga kerjanya lokal,” ucapnya.

Sedangkan untuk pembangunan bernuansa Melayu, ia juga memastikan bahwa di convention center hall tetap mempertahankan ciri khas atapnya berkonsep Melayu. Selain itu, di trans studio garden di area terbuka nantinya ada performance atau tampilan budaya melayu.

“Sehingga kita bisa memperkenalkan tari-tarian budaya Melayu. Karena berhubungan dengan tamu-tamu kami yang Insyaalah kalau pintu internasional dibuka tamu-tamu kita akan datang dari mancanegara,” tambahnya.

Mengenai stand-stand UMKM, sebelumnya pihak owner juga berpesan biarkan masyarakat membuka kios-kios sendiri di sekitar trans studio garden untuk pertumbuhan perekonomian masyarakat,” tutupnya. (ET)

Berita Terkait

Kabar Baik! Tanjungpinang Usulkan Ribuan Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah
BP Batam Gandeng Kejati Kepri Perkuat Penanganan Masalah Hukum
MTQH XX Tanjungpinang 2026 Resmi Dibuka, Melayu Square Bergemuruh Penuh Semarak
Bikin Siswa Antusias, ‘Naruto, One Piece dan Vampir’ Antar Makanan Bergizi ke MIN Tanjungpinang
Komisi IX DPR RI Tinjau Tambak Udang di Tanjungpinang, Dorong Investasi dan Serapan Tenaga Kerja
Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan
Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 07:40 WIB

Kabar Baik! Tanjungpinang Usulkan Ribuan Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Selasa, 28 April 2026 - 20:57 WIB

BP Batam Gandeng Kejati Kepri Perkuat Penanganan Masalah Hukum

Selasa, 28 April 2026 - 09:18 WIB

MTQH XX Tanjungpinang 2026 Resmi Dibuka, Melayu Square Bergemuruh Penuh Semarak

Kamis, 23 April 2026 - 09:00 WIB

Bikin Siswa Antusias, ‘Naruto, One Piece dan Vampir’ Antar Makanan Bergizi ke MIN Tanjungpinang

Kamis, 23 April 2026 - 07:06 WIB

Komisi IX DPR RI Tinjau Tambak Udang di Tanjungpinang, Dorong Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

Berita Terbaru