Batam dan Bintan Akan Jadi Pintu Masuk Wisman Long Term Visa

- Publisher

Sabtu, 20 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

Saat ini, program long term visa ini sedang dalam tahap finalisasi. Sandiaga mengaku sedang terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Program ini ditargetkan akan bisa difinalisasikan di pertengahan 2021, tepatnya di Juni-Juli 2021. Sandiaga berharap langkah baru ini bisa menegaskan pada dunia luar bahwa Indonesia telah berfokus pada pariwisata berbasis kualitas dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  [Hoaks] Buaya Raksasa di Pantai Nongsa

“Kami melihat bahwa long term visa itu bisa meningkatkan kualitas pariwisata kita. Dari jumlah waktu yang mereka tinggal di Indonesia maupun juga dari pengeluaran yang mereka keluarkan selama tinggal di Indonesia,” jelas Sandiaga.

Program ini lebih lanjut sangat menyasar para digital nomad yang ingin bekerja dari destinasi di Indonesia, tapi dengan pekerjaan sebenarnya berada di luar negeri.

BACA JUGA:  Usai Diperiksa, Mardani Maming Ditahan KPK Sebagai Tersangka

“Tentunya nanti teman-teman dari Kementerian Keuangan perihal pajaknya dan sebagainya, kita bisa selesaikan pembahasannya,” imbuh Sandiaga.

Harapannya, long term visa ini bisa mendatangkan wismas yang berkomitmen untuk tinggal di Indonesia dalam waktu yang cukup panjang.

Dengan masa berlaku visa lima tahun dan bisa diperpanjang, para wisman ini diharapkan bisa melakukan pengeluaran yang lebih berkualitas, sehingga bisa berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:  Menkopolhukam: Pemerintah Tidak Main-main Hadapi Covid-19

“Kita harapkan juga untuk tingkat pengeluaran untuk UMKM ekonomi kreatif juga akan bisa ditingkatkan dengan makin banyaknya wisman yang tinggal di Indonesia secara jangka panjang melalui program Indonesia long term visa atau Indonesia second home,” sambung dia. (ER/Kompas)

Berita Terkait

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun
Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya
Gugatan Ganti “Laut China Selatan” Jadi “Laut Natuna Utara” Ditolak MK

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:33 WIB

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 07:15 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD

Sabtu, 5 September 2026 - 11:15 WIB

Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW

Berita Terbaru