Ngerinya Corona di India, 2 Minggu Bertambah 3 Juta Kasus

- Publisher

Minggu, 25 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(AP Photo)

(AP Photo)

INIKEPRI.COM – Krisis Covid-19 di India semakin mencekam karena angka kematian yang terus melonjak.

Virus corona di India membuat negara itu lumpuh sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (24/4/2021).

Sejumlah rumah sakit melaporkan kehabisan tempat tidur perawatan intensif, obat-obatan, dan kehabisan oksigen dalam gelombang infeksi Covid-19 yang mengganas.

“Negeri Anak Benua” sejauh ini melaporkan lebih dari 186.000 kematian dan 16 juta kasus Covid-19 yang terkonfirmasi.

BACA JUGA:  Bikin Bangga ! Anak Tanjung Pinang ini Cetak Sejarah di Universitas Harvard USA

Dari jumlah kasus Covid-19, sebanyak tiga juta kasus ditambahkan hanya dalam dua pekan terakhir.

Jumlah kasus harian Covid-19 di India juga tidak menunjukkan penurunan, justru sebaliknya, terus mengalami kenaikan.

Bahkan dalam tiga hari terakhir, Kamis (22/4/2021) hingga Sabtu, jumlah kasus harian Covid-19 di India melampaui 300.000 kasus.

BACA JUGA:  Tiap 4 Menit Warga India Tewas Kena COVID-19, WHO: Memilukan!

Kengerian akibat Covid-19 di India semakin kentara saat televisi dan foto-foto yang tersebar di media sosial menunjukkan kremasi massal di seluruh negeri.

Kremasi massal dilakukan saat seluruh negeri kehabisan ruang akibat korban tewas Covid-19 yang sangat banyak.

Para jurnalis di berbagai kota mempertanyakan angka resmi yang dikeluarkan pemerintah India.

BACA JUGA:  Singapura Buka Akses Transit Bagi Pelancong dari Indonesia

Mereka seringkali menghabiskan berhari-hari di luar krematorium untuk menghitung korban tewas yang sebenarnya.

Hasil penghitungan mereka menunjukkan, kematian akibat Covid-19 di beberapa kota sebenarnya sepuluh kali lebih banyak daripada yang dilaporkan pemerintah India.

Pekan lalu, BBC Gujarat melaporkan bahwa krematorium di kota Surat berlangsung terus menerus sehingga panas mulai melelehkan sebagian cerobong asapnya. (RWH/Kompas)

Berita Terkait

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terbaru