Cerita Haru Nelayan Batam yang Ditangkap Lalu Dibebaskan Malaysia

- Publisher

Kamis, 29 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA/Naim)

(ANTARA/Naim)

Malam itu, Sabtu (10/4/2021), Riyandi dan pamannya pamit pergi ke laut mencari ikan. Dengan kapal kayu bermesin tempel, Riyandi dan Abdul Rahman bergabung bersama nelayan asal Tanjunguma, Batam lainnya.

Belasan nelayan sudah berada di tengah laut. Kedua paman dan anak itu rupanya sudah terlambat. Saat mereka baru merentangkan jaring, nelayan Tanjunguma lain sudah bersiap untuk berkemas pulang.

Bertekad untuk mencari nafkah bagi anak dan istri, kelamnya malam tidak menjadi hambatan. Gusti Riyandi dan Abdul Rahman tetap melanjutkan kegiatannya.

Namun, ia tidak sadar telah pergi jauh dari perairan Indonesia. Kapal milik Abul Rahman dengan tenang memasuki wilayah perairan Malaysia.

BACA JUGA:  Terima Kunker dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Amsakar Paparkan Peran Penting Semua Pihak dalam Penanganan Stunting di Kota Batam

Lampu terang di kapal kayu yang membelah gelapnya malam memudahkan patroli Malaysia menemukan Abdul Rahman dan Gusti Riyandi, bagai penyusup di negeri orang.

Mimpi Buruk itu Menjadi Kenyataan.

Kapal patroli Maritim Malaysia mendekat. Petugas memberikan kode agar kapal Riyandi tidak lari.

Namun sebaliknya. Abdul Rahman yang kaget justru memacu kapalnya bersama Riyandi. Keduanya ketakutan, hendak melarikan diri.

“Demi Allah saya tidak berbuat macam-macam. Saya hanya mencari nafkah untuk anak isti. Anak saya masih kecil. Tidak ada niat sedikit pun,” kata Riyandi saat ditemui di dalam KN Bintang Laut milik Bakamla yang datang menjemputnya. Riyandi menunduk, meremas kedua tangannya. Matanya berembun.

BACA JUGA:  Cerita dari Pulau Lengkang, Anak-anak Kesulitan Sinyal saat Belajar Daring

Kedua paman dan kemenakan itu memang sepakat untuk kabur menghindar dari kejaran kapal patroli pihak Malaysia. Mereka tidak ingin ditangkap. Mereka ingin kembali ke dekapan orang-orang tercinta di Batam.

Petugas patroli Maritim Malaysia hanya menjalankan tugasnya. Bagi mereka, ada pihak asing yang berupaya masuk ke wilayah negara. Tentu saja mereka berusaha melakukan pengamanan.

BACA JUGA:  Pemprov Kepri Dukung Lelang Jaringan Gas di Batam

Beberapa kali tabrakan antarkapal terjadi, sampai akhirnya Gusti Riandi dan Abdul Rahman pasrah. Kapalnya diikat ke kapal patroli. Keduanya menaiki kapal penjaga maritim Malaysia, pasrah.

Di kapal, petugas Malaysia menanyai kedua nelayan itu, mengapa mereka melarikan diri.

“Kami bilang, karena takut. Kami mau pulang,” kata Gusti Riyandi.

Keduanya pun dibawa ke pangkalan Maritim Malaysia, untuk diinterogasi. Keduanya tiba di Tahanan Reman sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Hidayah Ramadan

Berita Terkait

Pengembangan Kasus Judi, Bareskrim Geledah Rumah Akau Hollywood di Garden Avenue – Bengkong
HUT ke-81 RI: 1.357 Warga Binaan Batam Terima Remisi, 19 Langsung Bebas
Bareskrim Gerebek Sejumlah THM, Pemko Batam: Kalau Terbukti, Izinnya Dicabut
HUT ke-81 RI di Batam, Amsakar Serukan Persatuan dan Gotong Royong untuk Pembangunan
Penggerebekan Kasino Batam: 197 Orang Diamankan, 10 WNA dan Rp7,7 Miliar Disita
BP Batam Hormati Hak Warga, Buka Ruang Dialog dan Verifikasi dalam Penyiapan Lahan Sekolah Terintegrasi Merah Putih
Jelang HUT ke-81 RI, Amsakar dan Li Claudia Pastikan Kesiapan Upacara di Batam
Sudah Pindah ke Batam, Tapi Tak Bisa Urus AK-1 karena KTP Non-Permanen

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Pengembangan Kasus Judi, Bareskrim Geledah Rumah Akau Hollywood di Garden Avenue – Bengkong

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:00 WIB

HUT ke-81 RI: 1.357 Warga Binaan Batam Terima Remisi, 19 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:39 WIB

HUT ke-81 RI di Batam, Amsakar Serukan Persatuan dan Gotong Royong untuk Pembangunan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Penggerebekan Kasino Batam: 197 Orang Diamankan, 10 WNA dan Rp7,7 Miliar Disita

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:15 WIB

BP Batam Hormati Hak Warga, Buka Ruang Dialog dan Verifikasi dalam Penyiapan Lahan Sekolah Terintegrasi Merah Putih

Berita Terbaru