Cerita Haru Nelayan Batam yang Ditangkap Lalu Dibebaskan Malaysia

- Publisher

Kamis, 29 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA/Naim)

(ANTARA/Naim)

Kejadian malam itu begitu cepat. Kedua warga Tanjunguma itu bahkan tidak sempat menarik satu ikan pun ke dalam kapal, karena jala baru direntang.

Hari berganti pagi, kedua nelayan semakin pasrah akan nasibnya.

“Kami mengaku salah. Kami mohon maaf,” kata Abdul Rahman.

Minggu (11/4/2021), malam pertama Ramadan. Abdul Rahman dan keponakannya berdua dalam sel yang sunyi. Sebagai Muslim, keduanya merasa terpukul. Ini awal Ramadh/an yang amat berat.

Petugas Malaysia mengantarkan baju bersih, sajadah dan Al Quran untuk Abdul Rahman dan Gusti Riyandi.

BACA JUGA:  MTsN 3 Batam Sapu Bersih Podium Olimpiade Bahasa Arab (OBA) Ke-9 Kepri, Tiga Siswi Lolos Nasional

Petugas Negara Jiran memberikan perhatian kepada kedua nelayan yang berada dalam ketakutan. Mereka menyiapkan perlengkapan agar Abdul Rahman dan Gusti Riyandi dapat menjalankan ibadah Ramadan.

“Malam itu kami Shalat Tarawih berdua di dalam sel. Saya yang menjadi imam,” kata Abdul Rahman tertunduk.

Meski hanya berdua, di dalam ruangan sel yang muram, paman-kemenakan itu bertekad tidak akan menyia-nyiakan kesempatan meraup pahala Ramadan.

BACA JUGA:  BP Batam Tanamkan Nilai Profesionalisme dan Integritas kepada Pegawai

Bahkan, Abdul Rahman ingin memanfaatkan waktu di dalam tahanan untuk beribadah.

Keduanya mengambil Al Quran yang diberikan petugas. Memulai tilawah dan tidak henti-hentinya membaca firman Allah, berharap ridho pemilik alam.

“Kami mengaji. Sebenarnya selama ini juga mengaji kalau ada waktu. Tapi di dalam sel, kami punya banyak waktu, jadi mengaji saja di sana,” kata Abdul Rahman.

Sahur dan buka puasa pertama menjadi momen paling menyedihkan. Apalagi bagi Riyandi, yang selama ini selalu disuguhkan makanan oleh istri tercinta.

BACA JUGA:  Waduh! Rumah Dinas BP Batam Dijadikan Kos dan Dipinjampakaikan ke Orang Lain

Pemerintah Malaysia memang menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka. Menurut Riyandi, makanannya pun terbilang enak.

“Tapi, tetap lebih enak makanan di rumah,” ucapnya sayu.

Selama 15 hari berada di dalam tahanan, keduanya mengaku diperlakukan sangat baik. Paman-kemenakan itu tidak mendapat kekerasan apa pun dari aparat Negeri Jiran.

Meski begitu, Riyandi mengaku trauma dan bertekad tidak mengulangi kesalahannya.

Pulang

Berita Terkait

Listrik Batam Pulih, Amsakar Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak dan Dorong Perbaikan Layanan
Pemulihan Listrik PLN Capai 100%, BP Batam Turun Langsung Kawal Layanan dan Dunia Usaha
BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik
Buka TMMD ke-130, Amsakar: Pembangunan Harus Dirasakan Langsung Masyarakat
BP Batam Percepat Pemulihan Air Pasca Pemadaman, 80 Persen Wilayah Batam Kembali Teraliri Air
Blackout Batam-Bintan, KNPI Kepri Desak Evaluasi Total Mitigasi dan Transparansi Investigasi PLN Batam
Renovasi Kantor, Layanan BPJS Kesehatan Batam Pindah ke MPP Mulai 14 Oktober
BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Listrik Batam Pulih, Amsakar Apresiasi Kerja Keras Semua Pihak dan Dorong Perbaikan Layanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Pemulihan Listrik PLN Capai 100%, BP Batam Turun Langsung Kawal Layanan dan Dunia Usaha

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:30 WIB

BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:15 WIB

Buka TMMD ke-130, Amsakar: Pembangunan Harus Dirasakan Langsung Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:00 WIB

BP Batam Percepat Pemulihan Air Pasca Pemadaman, 80 Persen Wilayah Batam Kembali Teraliri Air

Berita Terbaru