“Dalam aqidah, semua Muslim tidak boleh berbeda. Tapi pada cabang-cabangnya, perbedaan itu dimungkinkan dan suatu hal yang wajar serta harus saling menghormati,” tuturnya.
Sulaiman mengutip peristiwa bersejarah saat Nabi Muhammad menerima delegasi orang-orang Kristen dari Najran, untuk menunjukkan hidup rukun dengan orang non-Muslim
“Dalam pertemuan di masjid itu, Nabi Muhammad mengizinkan orang-orang Kristen dari Najran itu melakukan ibadah mereka menghadap Yerusalem. Itulah contoh toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
Seperti dilansir, kabar tersebut juga dibagikan oleh pengguna Twitter MrsRachelin dan mantan politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean.
“Abdullah bin Sulaiman Al-Manea, anggota Dewan Ulama Arab Saudi, mengeluarkan fatwa bahwa kaum Muslim dibolehkan salat di dalam gereja maupun sinagog Yahudi,” cuit MrsRachelin, seperti dilihat dalam akunnya.
Pemberitaan terkait fatwa ulama Arab Saudi itu diangkat kembali usai viralnya pendakwah Nahdlatul Ulama (NU) Gus Miftah yang berpidato di Gereja Bethel Indonesia Amanat Agung menuai kontroversi publik. Bahkan, banyak pihak yang menuding Gus Miftah sudah kafir.
Adapun, Gus Miftah menegaskan acara yang diberikan kepadanya itu adalah orasi kebangsaan di peresmian gereja, bukan dalam rangka peribadatan.
“Setelah beredar orasi kebangsaan saya di sebuah gereja di Jakarta Utara, tepatnya di GBI Penjaringan atas undangan panitia, saat itu saya hadir bersama Gubernur DKI Mas Anies Baswedan, Sekjen PBNU Gus Helmy, dan beberapa tokoh agama ada FKUB lah, dan itu atas undangan mereka,” kata Gus Miftah sebagaimana dilihat dalam akun Instagramnya, Senin (3/5/2021).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















