Kemenkes: Vaksin Sinovac Cegah 98% Kematian Akibat COVID-19

- Publisher

Kamis, 13 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Penggunaan vaksin sinovac dosis lengkap diklaim dapat mencegah 98 persen kematian yang diakibatkan karena Covid-19.

Hal ini berdasarkan hasil kajian cepat yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Jadi vaksinasi sinovac dua dosis ataupun dosis lengkap, itu bisa mencegah sebesar 98 persen kematian karena Covid-19,” kata Ketua Tim Peneliti, Pandji Dhewantara dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/5).

BACA JUGA:  Cerita Dokter Soal Pengalaman Setelah Disuntik Vaksin Sinovac Vs Moderna

Ia memaparkan, dari data yang diolah, hanya tercatat satu individu yang telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap yang meninggal karena Covid-19.

“Persentase individu yang mendapatkan vaksinasi dosis lengkap, jauh lebih kecil peluang untuk meninggal karena Covid-19,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan kajian juga menunjukkan vaksin Sinovac dosis lengkap memiliki tingkat efektivitas sebesar 94 persen untuk mencegah individu terjangkit Covid-19 bergejala.

BACA JUGA:  Sinovac tiba di RI, Calon Penerima Vaksin Bakal Dikirimi SMS Hari Ini

“Berdasarkan analisis yang kita lakukan, kita menemukan vaksin sinovac dosis lengkap bisa menurunkan atau mengurangi risiko 94 persen Covid-19 bergejala pada individu yang menerima vaksinasi penuh atau 2 dosis,” ucap dia.

Sementara hasil kajian lainnya, menunjukkan vaksin Sinovac dosis lengkap memiliki tingkat efektivitas sebesar 96 persen dalam mencegah perawatan karena Covid-19.

“Dari hasil analisis kita dapatkan hasil bahwa vaksinasi sinovac pemberian dosis kedua, atau pada individu yang menerima dosis penuh, itu dapat mencegah sekitar 96 persen resiko perawatan karena Covid-19,” kata dia.

BACA JUGA:  Jangan Macam-macam! Pasukan Khusus TNI Siap Libas Oknum Anarkis di Tengah Gejolak Sosial dan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

Kajian ini dilakukan Kemenkes pada periode 13 Januari hingga 18 Maret 2021 dengan fokus kepada 128.290 tenaga kesehatan di DKI Jakarta.

Kajian cepat dilakukan berdasarkan data sekunder. Data yang diolah, diperoleh dari berbagai pelaporan dan pencatatan Covid-19 di Kementerian Kesehatan. (AFP/CNNINDONESIA)

Berita Terkait

Tak Perlu ke Kantor Dukcapil, Begini Cara Cetak KK Sendiri dari Rumah
Pindah KK ke Luar Kota Tak Perlu Surat RT/RW, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027
Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Tak Perlu ke Kantor Dukcapil, Begini Cara Cetak KK Sendiri dari Rumah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Pindah KK ke Luar Kota Tak Perlu Surat RT/RW, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Berita Terbaru