Minggu, 13 Juni 2021
Ikuti Kami di :
19 Mei 2021
(AP / Hatem Moussa)
(AP / Hatem Moussa)

INIKEPRI.COM – Di tengah serangan Israel ke jalur Gaza dalam 2 pekan terakhir, nama Hamas kembali mencuat sebagai kelompok yang aktif menembakkan roket ke Israel.

Hamas adalah salah satu organisasi politik terbesar yang ada di Palestina. Nama ini merupakan akronim dari Harakat Al-Muqawamah Al-Islamiyah yang memiliki arti Gerakan Perlawanan Islam.

Kelompok ini dinilai banyak negara barat sebagai kelompok bersenjata yang paling ekstrem di Palestina. Bahkan Amerika Serikat pun menyebut Hamas sebagai kelompok teroris.

Namun, banyak yang tidak peduli terhadap klasifikasi Amerika Serikat tersebut, termasuk tentunya warga Palestina. Apalagi Amerika Serikat dianggap selalu condong membela Israel selama puluhan tahun.

Jerusalem Post menulis pada 11 Mei 2021 bahwa gudang senjata Hamas menyimpan 5.000-6000 roket dengan jarak 40-50 km. Sementara Palestinian Islamic Jihad atau Jihad Islam Palestina (PIJ) memiliki sekitar 8.000 roket. Media yang condong ke Israel ini menulis berdasarkan infomasi dari dari intelijen Israel.

Sementara itu jumlah personil Hamas diperkirakan mencapai 40.000 orang, adapun PIJ sekurang-kurangnya 9.000 orang.

Lalu dari mana Hamas mendapatkan uang? Tentu dengan konflik puluhan tahun, ekonomi Palaestina serta Hamas sendiri sulit untuk membiayai perang beserta persenjataannya.

Dikutip dari DW, sekutu utama Hamas adalah Emir Qatar Sheik Hamad bin Khalifa al-Thani. Dia menjadi pemimpin negara pertama yang mengunjungi Hamas pada 2012 lalu. Dikabarkan dia telah menyumbang sebesar US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 25,2 triliun ke Hamas.

Hamas juga didukung oleh Turki. Dalam pembicaraan sebelum Hamas meluncurkan serangan roket terhadap Israel, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan dukungan politik untuk pemimpinnya Ismail Haniyeh.

Organisasi ini juga didukung oleh berbagai inisiatif dan yayasan non-negara, beberapa di antaranya berbasis di Jerman. Menurut mingguan Jerman Der Spiegel, sumbangan untuk Hamas dari kelompok yang berbasis di Jerman meningkat. (RWH/CNBCINDONESIA)

3.3 4 votes
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x