Pabrik Terbesar Bitcoin di China Mau Ditutup

- Publisher

Kamis, 27 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Wilayah Otonom Mongolia Dalam China menerbitkan rancangan aturan untuk membasmi kegiatan penambangan (mining) dan perdagangan uang kripto seperti Bitcoin. Rencana aturan ini dikeluarkan beberapa hari setelah Beijing berjanji menindang aktivitas cryptocurrency.

Development and Reform Commission Mogolia Dalam mengatakan dalam aturan yang diusulkan perusahaan internet dan telekomunikasi yang terlibat dalam penambangan uang kripto terancam dicabut izinnya oleh regulator.

Lembaga ini juga mengatakan pihak berwenang akan memperkenalkan persyaratan penghematan energi yang lebih ketat kepada kawasan industri, data center, dan pembangkit listrik yang menyediakan lokasi atau listrik untuk penambang (mining), seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/5/2021).

BACA JUGA:  Diam-Diam Singapura-Airbus Siapkan Pesawat Tenaga Air

Pada bulan Maret lalu, Mongolia Dalam telah mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri semua proyek penambangan cryptocurrency sebagai bagian dari upaya untuk memenuhi target efisiensi energi. Langkah-langkah tersebut diambil di tengah upaya baru China untuk mengekang perdagangan mata uang kripto spekulatif.

BACA JUGA:  5 WNI Masuk Daftar Hitam Amerika, Gara-gara ISIS

Akhir pekan lalu, komite Dewan Negara yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri China Liu He berjanji untuk menindak aktivitas penambangan dan perdagangan bitcoin setelah tiga badan regulasi di China melarang lembaga keuangan dan fintech pembayaran memfasilitasi aktivitas uang kripto.

Penambangan uang kripto adalah bisnis besar di China, menyumbang lebih dari setengah pasokan kripto dunia. Tetapi proses tersebut, yang menghabiskan banyak energi, bertentangan dengan tujuan Beijing menuju netralitas karbon, kata beberapa analis.

BACA JUGA:  Arab Saudi Bagikan Foto Hajar Aswad yang Belum Pernah Dilihat

Menurut rancangan aturan itu, jika data center besar dan perusahaan komputasi awan mengambil bagian dalam penambangan kripto, regulator akan membatalkan kebijakan preferensial yang mereka sukai dan memaksa mereka keluar dari pasar perdagangan listrik multi-lateral Mongolia Dalam.

Perusahaan dan individu yang mengumpulkan uang menggunakan kripto akan dihukum di bawah aturan penggalangan dana anti-ilegal China, menurut draf langkah-langkah tersebut. (AFP/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru