Diam-Diam Singapura-Airbus Siapkan Pesawat Tenaga Air

- Publisher

Jumat, 19 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pabrikan pesawat Eropa Airbus dan Singapura menjajaki kerjasama penelitian pesawat berbahan bakar hidrogen. Foto: Istimewa

Pabrikan pesawat Eropa Airbus dan Singapura menjajaki kerjasama penelitian pesawat berbahan bakar hidrogen. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Singapura bersama pabrikan pesawat asal Eropa, Airbus, sedang menjajaki kerjasama penelitian untuk mempelajari potensi penggunaan hidrogen dalam operasional pesawat terbang.

Langkah ini merupakan komitmen keduanya untuk menggarap proyek energi berkelanjutan.

Mengutip Reuters, perjanjian tersebut akan mencakup studi permintaan dan pasokan produksi bahan bakar penerbangan alternatif.

BACA JUGA:  Singapura Hentikan Perhitungan Kasus COVID-19

Selain itu, akan ada penilaian mengenai ondisi ekonomi dan lingkungan untuk mendukung langkah menuju penerbangan yang lebih ramah lingkungan.

Langkah pertama dari kerjasama itu adalah studi kelayakan teknis hub hidrogen bandara dan persyaratan infrastruktur untuk mendukung operasi pesawat bertenaga hidrogen. Ini nantinya akan dimulai pada 2022 mendatang.

BACA JUGA:  Indonesia dan Singapura Terapkan Reciprocal Green Lane di Masa Pandemi

“Ini termasuk produksi, penyimpanan dan distribusi hidrogen, layanan darat pesawat, peralatan logistik, dan sistem pengisian bahan bakar,” tulis kesepakatan itu dikutip Kamis, (18/11/2021).

Airbus mengatakan pihaknya berharap untuk membawa pesawat hidrogen ke pasar pada tahun 2035. Pihaknya juga telah menandatangani kesepakatan seperti ini dengan maskapai penerbangan lainnya di dunia.

BACA JUGA:  Siap-Siap! Singapura Bakal Buka Pintu Untuk Pelancong RI

Maskapai penerbangan di seluruh dunia ingin memenuhi target emisi ambisius yang sejalan dengan komitmen pemerintah pasca KTT perubahan iklim COP26. Penerbangan sendiri menyumbang sekitar 2,5% dari emisi karbon global. (DI/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru