Babi Bikin Pusing Malaysia, Kok Bisa?

- Publisher

Rabu, 21 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Negeri jiran Malaysia, sedang pusing lantaran Babi. Negara bagian Serawak, adalah tempat yang merasakan kepeningan yang disebabkan oleh babi.

Warga disana, tengah mengalami kekurangan daging babi segar. Hal ini disebabkan oleh karena munculnya wabah demam babi Afrika (ASF) di peternakan-peternakan yang ada di wilayah itu.

“Kekurangan daging babi segar lantaran separuh dari peternakan di Negeri Sarawak terdampak ASF,” ujar Menteri Industri Pangan, Komoditas, dan Pembangunan Daerah Dato Sri Dr Stephen Rundi Utom dikutip dari The Borneo Post dikutip Senin 19 Desember 2022.

BACA JUGA:  Pietra Paloh Hadiri Iftar Bersama DPLN NasDem Malaysia dan Pimpinan Ormas Indonesia di Malaysia

BACA JUGA :

Selain Supply Babi, Pulau Bulan Jadi Sumber Impor Listrik Untuk Singapura

“Akan tetapi outlet Borneo Pork tetap menjual daging babi segar dan pasokannya masih cukup,” ujar dia sambil meyakinkan.

Sementara itu, Komite Asosiasi Peternak Ternak Sarawak Ng Siew Thiam mengakui, saat ini tengah mengalami kekurangan daging babi segar.

BACA JUGA:  Perhatian! Warga Indonesia Dilarang Masuk ke Malaysia Mulai 7 September 2020

Pasokan babi hidup yang terbatas, sebut dia, disebabkan ASF membuat peternakan disana ditutup.

Sayangnya, tak ada angka pasti. Meski pasokan daging babi segar berkurang namun, ia menegaskan, kekurangannya tidak akut.

“Kami masih bisa mengatasi permintaan dan pasokan daging babi akan cukup untuk Tahun Baru Imlek mendatang,” katanya.

“Pasokan babi hidup terbatas karena ASF yang mengakibatkan berkurangnya populasi babi dan banyak peternak yang menutup peternakannya karena tidak mau mengambil risiko,” tambahnya.

BACA JUGA:  Jurnalis Israel Menyusup ke Mekkah dan Liput saat Wukuf di Arafah

ASF sendiri pernah menjadi wabah besar di sejumlah negara. Di 2019 ia mengguncang China hingga membuat inflasi tinggi di negara itu.

Hal sama juga sempat melanda Thailand 2021. Hal itu membuat warga beralih ke daging buaya karena lebih murah.

ASF tidak menular ke manusia. Namun ini bisa menyebabkan kematian babi secara mendadak dan membuat peternak membakar seluruh peternakan untuk menghentikan penyebaran. (RP/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Ikut Anjuran Nabi Nuh, Lelaki Ini Raup Kekayaan Rp214 Triliun
Ilmuwan Jepang Prediksi Hari Kiamat, Matahari Disebut Akan Menelan Planet Bumi
Arab Saudi Batasi Akses ke Makkah Mulai 13 April, Hanya Pemegang Izin Resmi yang Boleh Masuk
Setelah 40 Hari Ditutup Israel: Masjidil Al-Aqsa Dibuka Kembali, Ratusan Jemaah Palestina Langsung Penuhi Saat Subuh
Gila! Harga Bensin di Hong Kong Tembus Rp70 Ribu per Liter, Tertinggi di Dunia
267 WNI Bermasalah Dipulangkan, KJRI Johor Bahru Fasilitasi Repatriasi Bertahap ke Batam dan Dumai
Dari Marseille ke Rotterdam, BP Batam Amankan Peluang Investasi Maritim
AirFish Segera Layani Singapura–Batam, Transportasi Super Cepat Ini Ditargetkan Beroperasi Paruh Kedua 2026

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:31 WIB

Ikut Anjuran Nabi Nuh, Lelaki Ini Raup Kekayaan Rp214 Triliun

Senin, 27 April 2026 - 08:32 WIB

Ilmuwan Jepang Prediksi Hari Kiamat, Matahari Disebut Akan Menelan Planet Bumi

Selasa, 14 April 2026 - 06:51 WIB

Arab Saudi Batasi Akses ke Makkah Mulai 13 April, Hanya Pemegang Izin Resmi yang Boleh Masuk

Jumat, 10 April 2026 - 06:12 WIB

Setelah 40 Hari Ditutup Israel: Masjidil Al-Aqsa Dibuka Kembali, Ratusan Jemaah Palestina Langsung Penuhi Saat Subuh

Senin, 6 April 2026 - 05:55 WIB

Gila! Harga Bensin di Hong Kong Tembus Rp70 Ribu per Liter, Tertinggi di Dunia

Berita Terbaru

David Steward. Foto: Istimewa

Internasional

Ikut Anjuran Nabi Nuh, Lelaki Ini Raup Kekayaan Rp214 Triliun

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:31 WIB