Habib Rizieq Direndahkan Ferdinand Hutahaean, Dia bukan siapa-siapa!

- Publisher

Jumat, 3 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Twitter/@ferdinandhaean3)

(Foto: Twitter/@ferdinandhaean3)

INIKEPRI.COM – Ferdinand Hutahaean menganggap Habib Rizieq Shihab bukan siapa-siapa dan tak punya dampak apapun untuk Indonesia.

Sehingga, menurut mantan politisi Partai Demokrat, untuk apa merasa takut dengannya?

Diketahui, sebelumnya, Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA 212), Novel Bamukmin mengkritisi keputusan banding Habib Rizieq atas perkara swab test di RS UMMI, Bogor. Dia mengatakan, keputusan tersebut sangat bernuansa politis dan ada desakan dari penguasa.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ferdinand beranggapan, Novel tak memahami bagaimana hukum diterapkan di Indonesia. Padahal, keputusan tersebut ditetapkan oleh kehakiman, bukan pemerintah. Sehingga, tudingan terhadap penguasa sama sekali tak beralasan.

“Novel Bamukmin ini tampak sekali menggiring opini bahwa seolah-olah yang mengadili Rizieq Shihab ini adalah pemerintah, bukan pengadilan, bukan proses peradilan yang berada di bawah kekuasaan kehakiman,” ujar Ferdinand, disitat dari JPNN, Kamis 2 September 2021.

BACA JUGA:  Ferdinand: Ini Membuktikan FPI Itu Memang Radikal dan Bahaya Bagi Persatuan

Lagipula, kata Ferdinand, untuk apa pemerintah ikut campur terhadap proses persidangan Habib Rizieq Shihab? Sebab, menurutnya, mantan petinggi FPI tersebut bukan siapa-siapa dan tak patut ditakuti publik.

“Apalagi, kalau bicara kepentingan kekuasaan, memangnya Rizieq Shihab itu siapa sih di republik ini. Memangnya dia ditakuti? Bisa mengubah kekuasaan di republik ini? Memang dia bisa dan mampu merombak kekuasaan di republik ini, sehingga pemerintah harus takut pada Rizieq Shihab,” tutur Ferdinand.

BACA JUGA:  Kelas 1,2,3 Dihapus. Tarif Baru BPJS Kesehatan Lebih Murah?

Lebih jauh, Ferdinand menilai, pernyataan Novel Bamukmin hanya sekadar opini yang dibesar-besarkan, pendapat yang hiperbolik lantaran Habib Rizieq menurutnya tak punya peran apapun untuk Indonesia.

“Bagi saya, Rizieq Shihab bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa,” tegasnya.

“Okelah dia punya massa, tetapi dia tidak mampu mengubah apa-apa. Faktanya, Pemilu 2019 sudah kita lalui, bagaimana Rizieq Shihab melakukan upaya segala macam dan mendukung pihak oposisi, sampai sekarang kan tidak terjadi,” lanjutnya.

Ferdinand urai bukti Habib Rizieq bukan siapa-siapa

Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat tersebut turut mengurai sejumlah bukti, bahwa Habib Rizieq sejatinya bukan siapa-siapa. Salah satunya, yakni keinginannya melengserkan Presiden Jokowi dari Istana tak pernah sekalipun berhasil.

BACA JUGA:  Kemenko Perekonomian Buka Lowongan Non-PNS, Honor Rp 5,5 Juta/Bulan

“Dan berapa kali Rizieq Shihab berkata turunkan Jokowi, lengserkan Jokowi, usir dari Istana, sampai sekarang kan tidak pernah terjadi dan tidak terbukti,” urainya.

Itu sebabnya dia menilai pernyataan Novel Bamukmin yang mengaitkan putusan banding Habib Rizieq dengan kepentingan politik penguasa sesuatu yang berlebihan dan tidak sesuai realitas.

“Karena memang Rizieq Shihab bukan siapa-siapa di kancah politik, meskipun dia punya pengikut, punya simpatisan, tetapi secara kekuatan riil politik dia tidak mampu mengubah apa pun di dalam percaturan negara kita, dalam urusan politik negara kita, sama sekali tidak,” kata Ferdinand. (RM/HOPS)

Berita Terkait

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun
Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya
Gugatan Ganti “Laut China Selatan” Jadi “Laut Natuna Utara” Ditolak MK
Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 07:15 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD

Sabtu, 5 September 2026 - 11:15 WIB

Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terbaru