Ferdinand: Ini Membuktikan FPI Itu Memang Radikal dan Bahaya Bagi Persatuan

- Publisher

Rabu, 22 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat, Ferdinand Hutahaean menanggapi soal pernyataan pihak kepolisian bahwa eks anggota Front Pembela Islam (FPI) membantu Napoleon Bonaparte menganiaya M Kece.

Ferdinand menilai, ini adalah bukti bahwa FPI itu memamg radikal, suka kekerasan, dan bahaya bagi persatuan. “Secara khusus kepada (mantan) anggota FPI yang terlibat dalam kekerasan, ini membuktikan bahwa memang FPI itu radikal, suka dengan kekerasan dan berbahaya bagi persatuan,” katanya pada Selasa, 21 Februari 2021, dilansir dari JPNN.

BACA JUGA:  Bocoran! Orang Dalam FPI Sebut Jadwal Pulang Habib Rizieq

Oleh sebab itu, Ferdinand mengingatkan pihak berwenang agar tetap mengawasi eks anggota FPI. “Maka itu harus diawasi terus jangan sampai (eks) anggota-anggota FPI ini mendirikan organisasi baru setelah dibubarkan,” ujarnya.

Sebelumnya, terpidanan korupsi, Napoleon Bonaparte disebut menganiaya M Kece di Rutan Bareskrim Polri pada Agustus 2021 lalu. Dalam surat terbuka yang disampaikan oleh Napoleon, ia mengaku melalikan tindak terukur kepada M Kece karena tak terima agamanya dihina.

BACA JUGA:  Resmi, FPI Organisasi Terlarang!

Sebagaimana diketahui, M Kece memang ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama sebab dinilai telah menghina agama Islam.

Belakangan, pihak Bareskrim menyampaikan bahwa ada tiga orang tahanan yang membantu Napoleon saat melakukan penganiayaan terhadap M Kece. Dikatakan, salah satu yang membantu adalah eks Panglima Laskar Pembela Islam atau organisasi sayap FPI, Maman Suryadi.

Adapun Ferdinand mengatakan bahwa alasan pelaku memukuli M Kece tidak bisa dibenarkan sama sekali. “Napoleon Bonaparte dan ketiga pelaku yang membantunya harus diproses hukum,” katanya.

BACA JUGA:  Eks Teroris JAT Minta Umat Islam Hentikan Narasi 'Kriminalisasi Ulama'

Ferdinand juga menyarankan supaya para terduga pelaku dikurung dalam ruangan tahanan terpisah. Hal itu karena, menurutnya, para pelaku yang menghajar M Kece tidak boleh dibiarkan bergabung dengan tahanan lainnya. “Bahaya bagi keamanan tahanan yang lain karena bisa saja para pelaku ini melakukan kekerasan kepada siapa pun,” ucap Ferdinand. (ER/TERKINI)

Berita Terkait

ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah
Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya
Mulai 10 Juni 2026! Pertamax RON 92 Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertalite Tetap Rp10 Ribu
BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan
Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan
Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat
Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:09 WIB

ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:13 WIB

Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:28 WIB

Mulai 10 Juni 2026! Pertamax RON 92 Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertalite Tetap Rp10 Ribu

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:28 WIB

BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:44 WIB

Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan

Berita Terbaru