Pemilik warung Madam Lee, 68, mengatakan pengunjung kurang dari 20 orang sejak buka pada pukul 6.30 pagi. Bahkan saat jam makan siang pun masih sepi.
“Biasanya, saat ini, sebagian besar barang akan terjual habis, tetapi hari ini tidak ada satu pun yang beli,” katanya merujuk pada roti yang dia jual.
Dia mengatakan bahwa saat dia divaksinasi, dia tidak terlalu khawatir terkena COVID-19. “Saya lebih takut orang tidak akan kembali (ke kios),” katanya.
Otoritas setempat mengatakan akan membantu pemilik kios dengan membebaskan biaya layanan dan pemeliharaan dan biaya izin kerja sementara di Kompleks Pecinan selama periode penutupan. Langkah ini tentunya cukup melegakan para pedagang di area tersebut.
Di lantai bawah, para pemilik warung yang menjual pakaian, sepatu, dan mainan juga terlihat murung.
Seorang pemilik toko sepatu Ong, 68, mengatakan akan memakan waktu setidaknya beberapa minggu bagi pelanggan untuk kembali.
“Di sini sebenarnya aman karena sudah disinfeksi, namun masih banyak orang belum mau datang,” katanya. (AFP/JAWAPOS)
Halaman : 1 2

















