Gelombang Ketiga COVID-19 di Indonesia Bisa Dipicu Karena Hal Ini, Waspada!

- Publisher

Selasa, 28 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Seiring melandainya penambahan kasus harian COVID-19 RI, sejumlah pihak mengaku waswas soal risiko kembali lonjakan kasus atau gelombang ketiga COVID-19.

Hal ini mengingat, lonjakan kasus pada Juli 2021 beriringan mobilitas masif masyarakat pada momen libur Lebaran.

“Risiko penyebaran COVID-19 semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya mobilitas dan kerumunan masyarakat. Belajar dari sebelumnya, beberapa kali lonjakan kasus COVID-19 di tanah air terjadi setelah melewati libur panjang yang mengakibatkan mobilitas dan kerumunan orang meningkat,” Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir INIKEPRI.COM dari DETIK.COM, Selasa 28 September 2021.

BACA JUGA:  Selama Pandemi Covid-19, 2 Olahraga Ini Tak Disarankan Ahli

Pun sudah mencapai 50 persen, risiko tetap meningkat jika mobilitas masyarakat tidak dibatasi pada periode libur panjang akhir tahun.

BACA JUGA:  Setiap Tahunnya 1 Juta Penduduk Indonesia Diperkirakan Mengidap TBC, Peringkat Tiga Dunia

Dalam skenario tersebut, Tri Yunis memperkirakan lonjakan akan terjadi selambat-lambatnya pada Maret 2022.

“Prediksi Desember-Januari itu kemungkinan puncak ketiganya,” ujar Tri Yunis.

Tri Yunis menegaskan protokol kesehatan wajib tetap diterapkan secara optimal meski kondisi COVID-19 RI sudah membaik.

BACA JUGA:  Waspada Gelombang Panas, Minum Es Dapat Sebabkan Pembuluh Darah Pecah

Jangan sampai jumlah kasus yang menurun membuat masyarakat lengah sehingga kelak risiko peningkatan kasus benar-benar terjadi.

“Jadi ya memang bakal mengalami puncak lagi, kalau 3T lemah,” ujarnya.

“Pandemi belum usai, potensi lonjakan kasus masih bisa terjadi. Karenanya tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan,” pungkas Tri Yunis. (RM/DETIK)

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru