Perkampungan Kecil di Singapura Ini Harga Sewa Rumahnya Cuma Rp150 Ribu per Bulan

- Publisher

Jumat, 15 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampong Lorong Buangkok. Foto: Marielle Descalsota/Insider

Kampong Lorong Buangkok. Foto: Marielle Descalsota/Insider

INIKEPRI.COM – Mendengar kata Singapura, kebanyakan yang terlintas di kepala kita adalah negara maju, kaya, modern, dan segala kecanggihan ada di negara ini.

Bagaimana tidak, negara seluas 728,6 km persegi ini dipenuhi oleh gedung-gedung tinggi, baik perkantoran maupun tempat tinggal.

Dengan kata lain, sebagian besar warga Singapura tinggal di apartemen, Beauties, dan hal tersebut seperti sebuah hal yang lumrah. Namun, rupanya Singapura memiliki sisi lain yang mengejutkan.

Di tengah modernisasi yang mereka tonjolkan, ternyata Singapura masih memiliki perkampungan di dalamnya, bahkan terletak di tengah kota. Setidaknya, ada 25 keluarga yang tinggal di sana.

Lorong Buangkok adalah pengecualian bagi kemewahan di Singapura. Dikutip dari Insider, Lorong Buangkok adalah satu-satunya desa tradisional yang tersisa di Singapura.

BACA JUGA:  Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Asal Usul Lorong Buangkok

Sedikit melongok ke belakang, adanya kampung ini bermula dari Sng Teow Koon, seorang pria Singapura yang membeli sebidang tanah seluas 12.248 meter persegi pada tahun 1956. Wilayah tersebut kemudian dibangun rumah-rumah yang terbuat dari kayu dan seng atau rumah Attap.

Lambat laun, pembangunan di Singapura pun berjalan pesat. Di sekitar area tersebut dibangun gedung-gedung apartemen dan bungalow modern. Namun, Kampong Lorong Buangkok masih bertahan dengan tradisionalnya.

Kendati rumah-rumah yang ada di sana jauh dari kesan modern, tapi warganya tidak menutup diri dari modernisasi. Mereka juga menikmati teknologi, termasuk mobil mewah, WiFi berkecepatan tinggi, dan smart TV.

BACA JUGA:  Dua Anggota Dewan Keamanan PBB Pecah Kebuntuan, Palestina Menuju Pengakuan Global

Penduduknya juga hidup tak berbeda dari orang-orang Singapura pada umumnya. Penduduknya ada yang bekerja sebagai karyawan di pusat kota dan membeli bahan makanan dari supermarket lokal.

“Penduduknya tidak miskin, setiap rumah memiliki mobil, kami ingin menjaga budaya,” kata Sng kepada Insider.

Kampong Lorong Buangkok. Foto: Marielle Descalsota/Insider

Umumnya, penduduk yang tinggal di Kampong Lorong Buangkok ini berasal dari kampung-kampung di Asia Tenggara. Mulanya, rumah-rumah di sini tidak dipagari, tapi menurut pemandu wisata Kyanta Yap kepada Insider, pada akhir 2000-an penduduk desa membangun pagar untuk melindungi diri dari maling.

Sewa Rumah Cuma Rp150 Ribuan!

BACA JUGA:  Singapura Bentuk Badan Antariksa Nasional NSAS, Siap Beroperasi April


Bukan rahasia jika harga sewa properti di Singapura terbilang mahal. Bahkan, Singapura dinobatkan sebagai negara paling mahal kedua di dunia untuk menyewa properti. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Sng. Pasalnya, ia hanya membebankan S$13 per bulan kepada penduduk desa tersebut.

Kampong Lorong Buangkok. Foto: Marielle Descalsota/Insider

Padahal, rumah Attap berukuran dua kali luas apartemen studio di Singapura. Ayah Sng pernah mau menaikkan harga sewa pada era 1950-an tapi ia menolak.

“Mengapa saya harus menaikkan sewa sebagai tuan tanah generasi kedua?” kata Sng. “Jika saya mencoba menaikkan harga, mereka hanya akan membuat keributan,” tambahnya kepada Insider.

Gimana, Tertarik untuk berkunjung atau bahkan tinggal di Kampung Lorong Buangkok? (RBP/BEUATYNESIA)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru