Ini Gejala Berat Hepatitis Akut dan Cara Pencegahannya

INIKEPRI.COM – Penyakit Hepatitis akut mulai memjadi perhatian banyak pihak terutama di Indonesia. Tercatat sudah tiga orang anak meninggal dunia akibat penyakit ini.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Jakarta Mohammad Syahril menjelaskan tanda-tanda hepatitis akut. Mulai dari perubahan warna kuning di sekitar mata dan badan serta hilang kesadaran. Ini menjadi penanda gejala berat yang dialami pasien infeksi Hepatitis misterius.

“Kalau dirujuk ke rumah sakit, biasanya sudah dengan gejala yang lebih berat, misalnya kuning di mata atau seluruh badan dan tanda-tanda laboratorium yang tinggi,” kata Mohammad Syahril dalam konferensi pers secara virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Kamis 5 Mei 2022.

Tanda-tanda laboratorium yang dimaksud adalah hasil pemeriksaan sampel darah pasien yang menunjukkan peningkatan enzim hati (SGOT/SGPT) hingga 500 u/L.

Dokter Anak Konsultan Gastrohepatologi di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta Hanifah Oswari mengatakan, gejala awal yang spesifik di antaranya diare, mual, muntah hingga sakit perut.

Bila gejala itu berlanjut, pasien akan mengalami gangguan pembekuan darah dan penurunan kesadaran. Pada kondisi terparah, tim medis perlu melakukan transplantasi hati demi mencegah kematian.

“Kasus ini bukan disebabkan Hepatitis A, B, C, dan E. Penyakit ini menyerang anak-anak di bawah 16 tahun dan lebih banyak lagi di bawah 5 tahun,” katanya.

Cara Pencegahan

Hanifah mengatakan Hepatitis akut bergejala berat disebut misterius karena faktor pemicu penyebabnya belum diketahui. Selain itu, gejala berat yang timbul datang dalam waktu bersamaan dan cepat.

“Hepatitis akut sebetulnya ada banyak di Indonesia, tapi khusus Hepatitis akut berat ini belum tahu penyebabnya,” katanya.

Beberapa upaya pencegahan untuk menghindari penyakit hepatitis akut di antaranya mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makanan dan minuman, tidak berbagi alat makan maupun minum dengan orang lain, dan hindari kontak dengan pasien.

“Pada umumnya sama seperti pencegahan COVID-19, 3M (menjaga jarak, memakai masker dan menghindari kerumunan),” katanya.

Jika menemukan gejala yang spesifik, kata Hanifah, maka pasien perlu segera dibawa ke Puskesmas terdekat atau rumah sakit untuk mendeteksi secara spesifik gejala yang dialami. (RP/MINEWS)

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!