Patung Buddha yang Berbadan Gemuk Bukanlah Sosok Sidharta Gautama

- Publisher

Selasa, 17 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Sebagian dari masyarakat di seluruh dunia pasti mengira jika Buddha adalah sosok pria gendut.

Padahal Sidharta Buddha Gautama adalah sosok yang sederhana, saleh dan sering berpuasa.

Sidharta Gautama berbadan ramping. Ia hidup sekitar tahun 600 sebelum masehi di sebuah daerah yang sekarang menjadi bagian dari Nepal.

Sidharta mendapatkan pencerahan dan menjadi Buddha. Ia kemudian menjadi pemimpin spiritual bagi mereka yang mengikuti ajaran Buddha.

Sebagai pangeran sebuah kerajaan, ia keluar dari istananya menuju alam bebas untuk bertapa, berpuasa, dan bermeditasi selama enam tahun. Melalui proses tersebut, Sidharta berharap dapat menemukan cara untuk melawan enam kesulitan hidup, yaitu rasa sakit, kesedihan, penderitaan, penyakit, kematian, dan kefanaan.

BACA JUGA:  Garuda Indonesia, Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia

Lalu, kenapa penggambaran Buddha sebagai orang yang gendut? Ternyata patung-patung itu berasal dari Budai, tokoh dari Cina. Banyak orang percaya bahwa Budai adalah reinkarnasi Sidharta Gautama.

Nama Budai secara harfiah berarti “buntelan pakaian”, merujuk pada tas yang sering ia bawa ketika mengembara tanpa tujuan.

Budai hidup di Cina pada abad ke-10 atau sekitar 1600 tahun setelah era Siddharta Gautama. Perawakan Buddha yang gemuk dengan senyum dan tampang yang ceria membuat sosok Budai di kenal dengan banyak julukan seperti, Fat, Laughing, Smiling, Happy Buddha, Jolly Buddha, Lucky Buddha.

BACA JUGA:  Paripurna DPR Sahkan UU Kesehatan, Regulasi yang Komprehensif

Budai juga menyukai anak-anak dan sering memberikan permen kepada mereka dan mengajarkan beberapa filosofi di antaranya “memberi dengan rasa senang“ dan “semakin banyak kita memberi, maka akan semakin banyak kita mendapatkan.”

Dengan tampang yang ceria dan sifatnya yang humoris juga penuh kasih membuat banyak orang nyaman dekat dengannya, Sosoknya muncul di seluruh budaya Tiongkok sebagai representasi dari kepuasan dan kelimpahan. Budai menarik perhatian penduduk kota di sekitarnya karena ia mampu memprediksi keberuntungan orang dan bahkan pola cuaca.

BACA JUGA:  KPK Dorong Regulasi Pengukuran Kinerja Pengelolaan Barang Milik Daerah

Keceriaan Budai tak pernah hilang bahkan sampai akhir. Di saat ia meninggal, ia meminta pengikutnya untuk mengkremasikan tubuhnya.

Uniknya sebelum ia mati dan tubuhnya terbakar, ia sudah terlebih dahulu mengantongi kembang api dan petasan di dalam sakunya. Ketika api nyala, kembang api pun meledak dan membuat orang-orang tertawa. Pengikutnya pun percaya bahwa Budai adalah inkarnasi Maitreya atau Buddha Masa Depan. (RBP/MINEWS)

Berita Terkait

Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy
Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT
ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global
Nippon Paint Kantongi Sertifikat dari International Tennis Federation
Mau Magang Digaji Setara UMP? Pemerintah Buka 150 Ribu Kuota, Cek Jadwal Pendaftarannya
Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:29 WIB

Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:08 WIB

Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:13 WIB

Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:35 WIB

ASN Bisa WFH atau WFA untuk Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Panggil Pimpinan BP Batam, Siapkan Batam Menjadi Gerbang Maritim dan Investasi Global

Berita Terbaru