Taliban Sidak ke Mal Afghanistan, Turunkan Poster Wanita hingga Atur Cadar dan Tumbuhkan Janggut

- Admin

Senin, 23 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taliban sidak ke mal di Afghanistan dan berbicara ke pemilik toko. Foto: BBC

Taliban sidak ke mal di Afghanistan dan berbicara ke pemilik toko. Foto: BBC

Kemajuan yang telah mereka perjuangkan selama bertahun-tahun soal hak-hak perempuan sepertinya akan segera runtuh.

Untuk saat ini, penegakan hukum atas aturan hijab baru ini terlihat masih relatif lemah.

Namun banyak yang khawatir Taliban akan semakin ketat dalam waktu dekat – para presenter TV kini diperintahkan untuk mengenakan penutup wajah saat siaran. Padahal kebanyakan Muslim di seluruh dunia, tidak beranggapan perempuan harus menutupi wajahnya.

Di sekitar kota Kabul, masih banyak perempuan yang tak mengenakan penutup wajah, dan banyak pula yang hadir saat para inspektur dari Kementerian Kebaikan dan Kebijakan. Namun mereka sepertinya tidak terganggu dengan kehadiran para inspektur, meski sebagian memandang dengan khawatir.

Baca Juga :  Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Namun terlihat jelas bahwa Taliban kini terlihat semakin represif. Aktivis perempuan Leila Baseem berada di atas salah satu bus yang dihentikan oleh anggota Kementerian Kebaikan dan Kebijakan, tak alam setelah “aturan hijab” ini dikeluarkan.

Da mengatakan seorang inspektur mengetuk bagian belakang kendaraan dengan tongkat dan melangkah masuk.

“Dua orang perempuan mengenakan burka,” kata Baseem kepada BBC. “Yang lainnya, seperti saya, memakai rok panjang hitam dengan masker operasi. Saya berkata kepada mereka, tidak ada yang tidak memakai hijab di sini,” lanjutnya.

Baca Juga :  Petinggi Taliban Melarang Anggotanya Rekreasi dan Selfie: Merusak Status!

“Dia tidak melihat ke arah saya tapi dia berkata, Anda adalah perempuan yang tidak tahu malu. Ini bukan Republik Afghanistan, sekarang ini adalah Emirat Islam. Anda tidak bisa melakukan apa yang Anda mau lagi,” ungkapnya.

Leila Baseem, yang memimpin protes skala kecil menentang keputusan Taliban menutup sekolah menengah bagi perempuan, berkata inspektur itu menuduhnya telah bekerja untuk “Amerika” dan kini “ingin hidup dengan budaya Amerika”, sebelum supir bus itu memintanya untuk tidak menjawab lagi tuduhan sang inspektur.

Baca Juga :  Taliban: Selamat HUT RI ke-76, Kemenangan Kami Mirip Indonesia

Baseem pun pesimistis terhadapi kondisi ini. “Saya yakin bila perempuan menerima aturan tentang cadar, Taliban akan mengeluarkan perintah lain lagi dan menyuruh mereka tetap berada di rumah,” ujarnya.

Para inspektur dari Kementerian Kebaikan dan Kebijakan berpendapat, mereka tengah memberantas kerusakan moral di masyarakat.

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru