Taliban Sidak ke Mal Afghanistan, Turunkan Poster Wanita hingga Atur Cadar dan Tumbuhkan Janggut

- Publisher

Senin, 23 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taliban sidak ke mal di Afghanistan dan berbicara ke pemilik toko. Foto: BBC

Taliban sidak ke mal di Afghanistan dan berbicara ke pemilik toko. Foto: BBC

Sambil menghentikan sejumlah bus yang lewat, mereka memeriksa apakah para pria di dalamnya duduk terlalu dekat dengan penumpang perempuan, atau bila perempuan disuruh berdiri di bus, alih-alih diberi tempat duduk.

Kementerian ini memiliki reputasi yang terkenal kejam, karena peran mereka ketika Taliban pertama kali berkuasa pada 1990-an, di mana “para pelanggar aturan” dihukum cambuk secara teratur.

BACA JUGA:  Dari Marseille ke Rotterdam, BP Batam Amankan Peluang Investasi Maritim

Fatih berkata satu-satunya hukuman yang boleh diberikan kepada para sopir bus yang berulang kali melanggar aturan mereka adalah “membawa mereka ke kantor untuk sehari semalam. dan memberi peringatan, memberitahu mereka bahwa ini adalah perintah Allah dan rasulnya. Kami meminta jaminan dari mereka keesokan paginya dan melepaskan mereka.”

BACA JUGA:  India Larang 2.550 Jemaah Tabligh Muslim Masuk ke India: Berlaku 10 Tahun

Di hadapan BBC, para inspektur ini terlihat sopan dan lembut saat berbicara dengan warga. Masyarakat yang belakangan kami ajak bicara, jauh dari Taliban, juga berkata mereka tidak punya komplain soal tim ini.

Afghanistan adalah negara konservatif dan telah banyak perempuan yang mengenakan burka atau cadar. Di kota-kota seperti Kabul, meski begitu, beberapa perempuan menutup rambut mereka dengan kerudung, dengan menambahkan masker untuk pencegahan penularan COVID.

BACA JUGA:  Indonesia Berkomitmen Bangun Kota Cerdas

Para aktivis hak-hak perempuan di dalam dan luar negara itu bereaksi dengan cemas terhadap dekrit baru itu, yang muncul ketika nyaris seluruh siswa perempuan di negara itu belum diperbolehkan kembali ke sekolah dan pegawai perempuan belum boleh bekerja kembali.

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru