Kasus Kekerasan Anak Masih jadi PR di Kepri

- Publisher

Minggu, 24 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: ANTARA

Ilustrasi. Foto: ANTARA

INIKEPRI.COM – Pemerhati Anak Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Erry Syahrial mengarakan kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan terkait.

Ia menyebut kasus kekerasan anak yang paling menonjol di Provinsi Kepri saat ini ialah masalah seksual atau pencabulan anak. Apalagi akhir-akhir ini, cukup banyak kasus pencabulan terhadap anak terjadi, khususnya di Kota Batam.

“Terbaru, pemilik pondok tahfidz Al Quran di Batam diduga mencabuli santriwati,” kata Erry Syahrial dilansir ANTARA, Sabtu 23 Juli 2022.

BACA JUGA:

Guru Ngaji Cabuli 10 Anak Didiknya di Panti Asuhan Al-Aqsho Bengkong Sadai

BACA JUGA:  Jam Belajar dan Kapasitas Kelas di Tanjungpinang Ditambah

Menurutnya, rata-rata kasus pencabulan terhadap anak dilakukan oleh orang dewasa akibat mengalami gangguan seks menyimpang.

Selain itu, juga dipicu minimnya pengawasan orang tua terhadap anak dalam mengakses media sosial, sehingga ikut memicu anak-anak rentan terkena bujuk rayu orang dewasa dengan orientasi melakukan pelecehan seksual.

“Istilahnya itu grooming, yaitu modus pelecehan yang dilakukan terhadap anak melalui sarana media sosial, misalnya dengan mengirim gambar-gambar tak senonoh,” ungkapnya.

Mantan Komisioner KPPAD Provinsi Kepri itu juga menyebutkan beberapa kasus kekerasan anak lainnya yang dominan di daerah itu, seperti kekerasan fisik, eksploitasi, perundungan, anak bermasalah hukum, hingga pola asuh anak akibat perceraian orang tua dan perebutan hak asuh anak.

BACA JUGA:  Satgas: Seluruh Kabupaten di Kepri Nihil Kasus Aktif COVID-19

“Artinya, kasus kekerasan anak masih cukup tinggi di Provinsi Kepri,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mendorong peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022 menjadi momentum meningkatkan perlindungan terhadap anak demi kemajuan negara Indonesia, karena anak-anak adalah aset berharga bangsa ini ke depan.

“Anak-anak harus dipenuhi haknya, dan dilindungi dari segala bentuk kekerasan sejak usia 0-18 tahun,” ujar dia.

Ia juga mengajak pemerintah, pemangku kepentingan terkait, masyarakat, dan orangtua berpartisipasi mengawasi tumbuh kembang anak agar menjadi generasi emas yang ceria, cerdas dan sehat.

BACA JUGA:  DPKP Tanjungpinang Tangani Kebakaran Rumah di Tanjung Unggat

Lalu, mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum mengawal kasus-kasus anak korban kekerasan supaya mendapatkan rasa keadilan.

Di sisi lain, Erry mengapresiasi penghargaan Provinsi Kepri sebagai provinsi layak anak tahun 2022, namun capaian itu tentu harus dibarengi dengan komitmen menciptakan ruang ramah bagi anak.

“Kalau anak-anak kita hari ini banyak alami kekerasan, bagaimana eksistensi negara ini ke depan. Kemajuan bangsa Indonesia, sangat bergantung dengan kualitas anak-anak hari ini,” katanya menegaskan. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Bupati Natuna Suntik Semangat Kontingen Porprov VI Kepri 2026, Bonus Atlet Berprestasi Disiapkan
Amsakar Optimistis Batam Pertahankan Juara Umum Porprov Kepri 2026, Targetkan 150 Emas
BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik
Asah Pengetahuan dan Kemampuan Siswa, Pusmaneta Gelar Semarak Bulan Bahasa
Bukan Sekadar Lari! BTN Kepri Moon Run 2026 Siap Guncang Tanjungpinang
Sepuluh Gerai Alfamart Direncanakan Hadir di Tanjungpinang, Pemko Prioritaskan Warga Tempatan
Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:09 WIB

Bupati Natuna Suntik Semangat Kontingen Porprov VI Kepri 2026, Bonus Atlet Berprestasi Disiapkan

Senin, 2 November 2026 - 08:44 WIB

Amsakar Optimistis Batam Pertahankan Juara Umum Porprov Kepri 2026, Targetkan 150 Emas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:10 WIB

BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Asah Pengetahuan dan Kemampuan Siswa, Pusmaneta Gelar Semarak Bulan Bahasa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Bukan Sekadar Lari! BTN Kepri Moon Run 2026 Siap Guncang Tanjungpinang

Berita Terbaru