4 Ulama Kondang Ini Memilih Murtad, Siapa Saja?

INIKEPRI.COM – Bagi persepsi publik, berpindah keyakinan adalah hal yang tabu. Padahal, tidaklah suatu kesalahan apabila ketetapan seseorang berubah termasuk dalam hal keyakinan.

Tak hanya deretan para artis, ada pula beberapa ulama yang memilih berpindah agama.

Melansir dari situs Journeytoorthodoxy, berikut empat orang ulama yang memutuskan berpindah keyakinan menjadi nasrani.

  1. Abdullah Al-Qasimi

Abdullah Al-Qasimi meninggal murtad dan bahkan tak memiliki agama kala mengembuskan napas terakhir. A-Qasimi dikenal merupakan mahasiswa teladan dan cerdas.

Ia disebut orang pertama di era modern yang menulis kritikan ilmiah terhadap Universitas Al Azhar, Mesir. Kecerdasannya ini terus terlihat dengan banyaknya buku yang ia baca dan tulis.

Al-Qasimi menulis sebuah buku berjudul “As-Shira’ Baini al-Islam wa al-Watsaniyyah”. Buku yang berarti “Peperangan antara Islam dan Pemuja Berhala” ini dipuji oleh guru-gurunya dan umat Islam di era tersebut.

Melansir Geotimes, Al-Qasimi mulai berubah menjadi sombong karena kepandaiannya. Ulama besar tersebut sering memasukkan puisi dan syair berisi pujian untuk dirinya sendiri di sampung buku yang sudah ia tulis. Rasa sombong ini sedikit demi sedikit mulai mengubah pemikiran Al-Qasimi.

Parahnya, kesombongan karena kepandaian bukanlah satu-satunya penyebab permulaan perubahan diri sang ulama. Ulama kelahiran 1907 ini diketahui jatuh cinta dan menikah dengan seorang gadis ateis di Beirut.

Pada akhirnya ulama ini memang murtad dan memeluk atheisme hingga tutup usia di 1 September 1996.

  1. Imad Uddin Lahiz

Mantan ulama paling tersohor kelahiran India, Imad Uddin Lahiz ini dibesarkan di lingkungan keluarga muslim yang taat.

Imad dikenal sebagai penerjemah Al-Quran ke bahasa Urdu serta menulis beberapa tafsir. Ketertarikannya berpindah agama setelah adanya perdebatan besar di Kota Agra pada 1854.

Imad pun mempelajari kehidupan seorang sufi Maulvi Safdar Ali. Sejak itu, Imad serta keluarganya memilih berpindah keyakinan.

Menurut jejak daring yang ditelusuri, sosok Imad Uddin pernah menulis buku biografi kehidupannya pada tahun 1866 serta menulis buku Tahqiq Ul Iman, sebagaimana dijabarkan dalam buku ‘Christians and Missionaries in India’ yang dieditori oleh Robert Eric Frykenberg.

Baca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

3,266FansSuka
1,349PengikutMengikuti
7,350PengikutMengikuti
481PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Berita Populer

error: Content is protected !!