Australia Siap Beralih ke Republik Pasca Meninggalnya Ratu Elizabeth II

- Publisher

Selasa, 13 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Australia Siap Beralih ke Republik Pasca Meninggalnya Ratu Elizabeth II. Foto: Istimewa

Australia Siap Beralih ke Republik Pasca Meninggalnya Ratu Elizabeth II. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah baru Australia ingin mengubah negaranya menjadi republik pasca meninggalnya Ratu Elizabeth II. Meninggalnya Ratu Elizabeth di usia 96 tahun menyisakan kesedihan pada warga Australia.

Berakhirnya pemerintahan Ratu Elizabeth otomatis memberikan Charles kesempatan untuk memimpin Kerajaan Inggris dan negara-negara persemakmuran Inggris.

Melansir dari The Guardian, Perdana Menteri Anthony Albanese, mengatakan “Ratu Elizabeth memerintah selama 70 tahun,di era perubahan besar. Dia adalah kehadiran yang konstan dan meyakinkan dengan belas kasihnya,kesopanannya,komitmennya untuk melayani.”

BACA JUGA:  Masuk Islam, Pendeta Katolik Terkemuka di AS Picu Kehebohan

Akan ada beberapa langkah terbaru Australia dalam rangka transisinya menuju republik. Mulai dari pengubahan mata uang,paspor baru, dan hari libur nasional.

Lagu God Save the Queen adalah lagu kebangsaan Australia hingga tahun 1984. Lagu tersebut saat ini juga akan berubah menjadi God Save the King. Namun akhir-akhir ini lagu tersebut jarang dinyanyikan di Australia.

BACA JUGA:

Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun

Saat ini secara politik, Australia sedang sibuk membentuk suara pribumi Australia di parlemen. Ini merupakan inovasi demokratis yang tentunya akan membutuhkan perubahan konstitusional.

BACA JUGA:  Kementerian Hukum Lengkapi Dokumen untuk Ekstradisi Paulus Tannos

Hubungan penduduk asli Australia dengan ratu dan pangeran sangatlah kompleks. Beberapa orang mengingat Elizabeth dengan penuh kasih. Namun bagi warga lain Elizabeth terkenang sebagai wujud imperialisme yang telah merampas tanah rakyat di Australia.

Akademisi Wiradjuri Prof Sandy O’Sullivan,dari Macquarie University,menulis “Bagi mereka yang mengatakan bahwa kita harus bermurah hati tentang meninggalnya ratu,sebuah pengingat bahwa ratu memasukkan dirinya ke dalam kehidupan orang-orang pribumi di sini beberapa kali. Dia bukan pengamat efek penjajahan dan kolonialisme, dia adalah arsiteknya,” dilansir dari The Guardian.

BACA JUGA:  Syarat Masuk Singapura, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan

Pemerintah Australia telah bersiap untuk mengadakan referendum untuk membahas masa depan Australia. Apakah Australia harus menjadi republik dan membuang hubungannya dengan monarki Inggris.

Kematian Elizabeth II menghidupkan kembali perdebatan mengenai sistem pemerintahan tersebut. Ini juga menjadi sebuah pertanda bahwa pembahasan mengenai hal tersebut akan menjadi lebih intens. (RP)

Berita Terkait

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi
BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026
BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang
Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun
Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Selasa, 29 September 2026 - 10:36 WIB

Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina

Jumat, 25 September 2026 - 08:12 WIB

Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB

Selasa, 15 September 2026 - 07:49 WIB

Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Minggu, 13 September 2026 - 12:32 WIB

BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026

Berita Terbaru

DJ Diaz Jay saat berada di balik turntable, melanjutkan perjalanan 24 tahunnya sebagai DJ di Batam. Foto: Dok. Pribadi Diaz Jay

Lifestyle

DJ Diaz Jay: Nama yang Tumbuh dari Malam ke Malam

Sabtu, 3 Okt 2026 - 06:58 WIB