Gagal Ginjal Akut pada Anak, IDAI Sarankan Hindari Sirup Parasetamol Sementara Waktu

- Publisher

Rabu, 19 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar untuk sementera menghindari pemberian sirop parasetamol pada anak.

Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan dini, berkaca dari kasus gagal ginjal akut misterius atau Acute Kidney Injury (AKI) pada anak terjadi di Gambia, Afrika Barat yang diduga akibat sirop yang mengandung parasetamol.

Ketua Pengurus Pusat IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, hingga saat ini, gangguan/gagal ginjal akut misterius pada anak ini masih dalam tahap investigasi.

Namun, untuk sementara dapat melakukan pencegahan dengan menghentikan sementara pemberian sirop atau obat-obatan pada anak, sembari mencari bukti-bukti penyebab kasus gagal ginjal akut.

BACA JUGA:  LIPI : Dibanding Influenza Virus, Coronavirus Lebih Lambat Mutasinya

Piprim menuturkan, anak-anak yang terkonfirmasi terkena gangguan atau gagal ginjal akut misterius ini, pada umumnya sehat dan tidak memiliki penyakit komorbid atau kelainan ginjal bawaan.

“Ini benar-benar suatu hal yang misterius. Kalau saja benar, kasus Gambia ini, mungkin langkah kewaspadaan menyetop dulu asupan obat-obatan saat anak sakit terutama sirop anak,” kata Piprim yang dipantau dari siaran langsung Instagram Ikatan Dokter Indonesia (IDI) (@ikatandokterindonesia), Selasa (18/10/2022).

BACA JUGA:  Biaya Pengobatan Pasien Gangguan Ginjal Akut Dijamin Pemprov Kepri

Dikatakan Piprim, pemberian obat sebaiknya hanya untuk anak yang memiliki penyakit bawaan seperti asma dan lainnya. Sementara bagi anak yang terserang batuk, pilek dan lainnya untuk sementara menghindari pemberian obat.

Dalam hal ini, orang tua dapat merawat anak yang sedang sakit dengan menjaga asupan makanan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta tidur yang cukup.

Menurut Piprim, masyarakat memiliki kecenderungan ketika anak sakit langsung diberi obat. Bahkan, mereka memberi obat dengan dosis cukup keras seperti antibiotik. Pasalnya, obat antibiotik saat ini mudah dibeli.

BACA JUGA:  Akhir Bulan Ini Aplikasi PeduliLindungi Lenyap dari HP, Kenapa Ya?

Khusus kasus sirup mengandung parasetamol ini, kata Piprim, IDAI sedang melakukan investigasi bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun, sebagai bentuk kewaspadaan dini, sebaiknya dihentikan sementara.

Kendati demikian, Piprim menegaskan, sirop parasetamol ini belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama kasus di Indonesia.

Apalagi berdasarkan kasus yang dilaporkan IDAI daerah berbeda-beda gejala anak, sehingga benar-benar masih misterius. (RP/BERITASATU)

Berita Terkait

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan
Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap
Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 07:36 WIB

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:05 WIB

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Berita Terbaru