Natuna Kekurangan Dokter Gigi

- Publisher

Kamis, 16 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: SHUTTERSTOCK

Ilustrasi. Foto: SHUTTERSTOCK

INIKEPRI.COM – Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, tengah mengalami kekurangan dokter gigi guna melayani kebutuhan masyarakat dengan jumlah penduduk 83 ribu lebih orang yang tersebar di 17 Kecamatan.

“Kekurangan kita pada pelayanan kesehatan adalah tenaga dokter gigi, itu hanya ada di Pulau Bunguran besar saja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah dilansir dari ANTARA, Rabu 15 Februari 2023.

BACA JUGA:  "Kami Tidak Minta Gratis, Kami Minta Wajar”: Jeritan Natuna Soal Tiket Pesawat

Selama ini, jelas Hikmat, pelayanan di kecamatan lain yang berada di luar Pulau Bunguran atau Pusat Kota Kabupaten Natuna hanya ditangani oleh para perawat gigi atau mantri gigi.

“Kita membutuhkan setidaknya setiap pulau di luar Pulau Bunguran ini juga memiliki dokter gigi,” ujarnya.

Jika dilihat dari jumlah pulau di Natuna, sebutnya, setidaknya membutuhkan sedikitnya tujuh dokter gigi yang bertugas di Pulau Serasan, Midai, Subi, Pulau Laut, Sedanau, Pulau Tiga, Pulau Tiga Barat.

BACA JUGA:  Kunjungan Kajati Kepri ke Natuna, Bupati Cen Sui Lan Tegaskan Sinergi Penegakan Hukum

Dari tujuh pulau tersebut terdapat sebelas kecamatan dan sembilan Puskesmas yang belum memiliki dokter gigi dan hanya dilayani oleh perawat bahkan hanya mantri gigi.

BACA JUGA:  Medco E&P Natuna Kembali Temukan Potensi Gas di Natuna

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia saat ini, 3285 atau 31,6 persen Puskesmas tidak memiliki dokter gigi.

Dokter gigi di Indonesia hanya tercatat sebanyak 40 ribu orang, sedangkan kebutuhan dokter gigi di Indonesia setidaknya berjumlah 90 ribu orang dengan perbandingan satu berbanding 3000 jiwa, sedangkan jumlah penduduk Indonesia kurang lebih 270 juta jiwa. (RP/ANTARA)

Berita Terkait

Kabut Asap Belum Mereda, Pemkab Natuna Perpanjang Belajar dari Rumah hingga 23 September
Bupati Cen Sui Lan Salurkan Bansos Rp1,2 Juta, Lansia Natuna Diingatkan Bijak Menggunakan Uang
Bupati Natuna Berharap Kebijakan Menkeu Baru Lebih Berpihak kepada Daerah
Raja Mustakim Kembali Meng-Apollo-kan Juara Kopasgat TNI AU Natuna, Sinaga-Parlin Tumbang 4-0
Cen Sui Lan Apresiasi Desa Sepempang, Sukses Raih Predikat Istimewa Antikorupsi
ANRC Soroti Kemiskinan Ekstrem di Natuna, Bagi Hasil Migas Dinilai Belum Berkeadilan
“Urusan Perut Enggak Ada Toleransi”, Cen Sui Lan Bahas Pasokan Pangan Natuna ke Mendag
Dari Gowes ke Aksi Sosial, H. Raja Mustakim Dengarkan Keluhan Nelayan Sungai Ulu

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:14 WIB

Kabut Asap Belum Mereda, Pemkab Natuna Perpanjang Belajar dari Rumah hingga 23 September

Jumat, 18 September 2026 - 12:17 WIB

Bupati Cen Sui Lan Salurkan Bansos Rp1,2 Juta, Lansia Natuna Diingatkan Bijak Menggunakan Uang

Jumat, 18 September 2026 - 09:18 WIB

Bupati Natuna Berharap Kebijakan Menkeu Baru Lebih Berpihak kepada Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 08:05 WIB

Raja Mustakim Kembali Meng-Apollo-kan Juara Kopasgat TNI AU Natuna, Sinaga-Parlin Tumbang 4-0

Rabu, 16 September 2026 - 12:08 WIB

Cen Sui Lan Apresiasi Desa Sepempang, Sukses Raih Predikat Istimewa Antikorupsi

Berita Terbaru