Fokus Pendidikan Kemaritiman, UMRAH Ganti Nama Dua Fakultas

- Publisher

Selasa, 28 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Rektorat Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Foto: ANTARA/Nikolas Panama

Gedung Rektorat Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Foto: ANTARA/Nikolas Panama

INIKEPRI.COM – Dua fakultas di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, berganti nama. Hal ini untuk lebih fokus pada sektor pendidikan kemaritiman.

Rektor UMRAH Prof Agung Dhamar Syakti dilansir dari ANTARA, Senin 27 Februari 2023, mengatakan, dari lima fakultas di UMRAH, empat di antaranya selama ini tidak menyentuh sektor kemaritiman yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Teknik. Sementara pendidikan di Fakultas Kelautan dan Perikanan sudah berbasis kemaritiman.

Menurut dia, dua dari empat fakultas yang ingin membangun simbol kemaritiman yang melekat dalam sistem pembelajaran yakni Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik.

BACA JUGA :

HMKN, GMNI UMRAH & GPR lakukan Unjuk Rasa Tolak Konsensi ZEE Indonesia-Vietnam

BACA JUGA:  Pengelola ODTW Tanjungpinang Diminta Bangkit Pasca Pandemi

Fakultas Ekonomi menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim, sedangkan Fakultas Teknik menjadi Fakultas Teknik dan Teknologi Kemaritiman.

“Perubahan nama fakultas tersebut sejalan dengan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, dan Kepri merupakan provinsi kepulauan yang berbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja,” katanya.

Kebijakan tersebut, kata dia, juga relevan dengan keinginan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut membutuhkan sumber daya manusia sehingga UMRAH sebagai salah satu kampus negeri di provinsi kepulauan memiliki kewajiban untuk menyiapkan dan mengantarkan generasi penerus bangsa yang mampu mengelola sektor kemaritiman untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Kami mulai dari perubahan nama fakultas yang sudah disetujui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kemudian kami akan mendorong seluruh pengetahuan yang didistribusikan kepada mahasiswa berbasis kemaritiman. Dekan, ketua program studi, dan dosen tentu harus beradaptasi dengan nama tersebut,” katanya.

BACA JUGA:  Alhamdulillah, Arab Saudi Keluarkan 108.000 Izin Umroh Minggu ini

Agung mengemukakan penggunaan kata maritim pada nama kampus merupakan simbol yang baik karena satu-satunya nama universitas negeri yang memiliki kata maritim hanya UMRAH. Namun, hal itu harus dipertegas dengan model pendidikan dan pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa sehingga tidak hanya sekadar nama.

Simbol itu harus melekat bagi masyarakat Indonesia, khususnya Kepri sehingga UMRAH dapat diterima masyarakat luas sebagai kampus yang memiliki sumber daya manusia yang mumpuni berbasis kemaritiman.

BACA JUGA:  Danlantamal IV Pimpin Upacara Tabur Bunga

BACA JUGA :

HMI Eksakta UMRAH Bagikan Nasi Umat

“Jadi, seandainya ada pihak-pihak tertentu yang membutuhkan pernyataan ahli soal hukum kelautan, pendidikan kemaritiman, ekonomi kemaritiman, dan teknologi kemaritiman, maka mereka akan meminta pendapat dari dosen UMRAH, bukan dari kampus lain,” ucapnya.

Nama universitas maritim juga menjadi pembicaraan di kalangan akademik baik di tingkat pusat maupun daerah. Selama ini, kampus menggunakan nama universitas, politeknik, dan sekolah tinggi, padahal Indonesia merupakan negara maritim. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah menetapkan universitas maritim sebagai bentuk kampus terbaru di Indonesia.

“Saya pikir itu relevan dengan karakteristik negara kita sehingga perlu dipertimbangkan untuk mendirikan kampus baru dengan nama universitas maritim,” katanya. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan
Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional
Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih
AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu
156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 12:49 WIB

Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:36 WIB

Bawa Nama MTsN Tanjungpinang, Lima Murid Berlaga di Olimpiade IPS Tingkat Nasional

Minggu, 20 September 2026 - 11:44 WIB

Lima Kawasan di Tanjungpinang Disiapkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan

Berita Terbaru

DJ Diaz Jay saat berada di balik turntable, melanjutkan perjalanan 24 tahunnya sebagai DJ di Batam. Foto: Dok. Pribadi Diaz Jay

Lifestyle

DJ Diaz Jay: Nama yang Tumbuh dari Malam ke Malam

Sabtu, 3 Okt 2026 - 06:58 WIB